Barcelona Ingin Potong Gaji, Rakitic “Nyambi” Jadi Guru

Senin, 23 Maret 2020 10:22

Ivan Rakitic/EFE/Enric Fontcuberta

FAJAR.CO.ID, BARCELONA—Barcelona dilaporkan akan menegosiasikan pemotongan gaji pemain. Dewan Barcelona sedang berdiskusi dengan para kapten klub mengenai kemungkinan pengurangan gaji ini karena dampak ekonomi yang ditimbulkan dari mewabahnya virus corona. Akibat penundaan pertandingan, Blaugrana kesulitan menutupi anggaran mereka yang melebihi satu miliar euro. Salah satu langkah yang dibahas pada rapat dewan di hari Rabu adalah kemungkinan pemotongan upah hingga akhir musim. Dikutip dari MARCA, reaksi para pemain positif terkait wacana ini. Meski demikian, belum ada kesepakatan yang dicapai. Itu karena mereka belum bisa mengetahui berapa lama kompetisi resmi akan ditangguhkan. Ini adalah poin kunci karena kerugian klub muncul akibat penghentian La Liga Santander dan Liga Champions. La Liga dan UEFA sama-sama percaya bahwa musim dapat diselesaikan dalam beberapa bulan mendatang sebelum musim panas. Namun, tidak mungkin untuk memprediksi dalam keadaan apa. Dan ini adalah kunci pendapatan klub dari hak siar televisi.

Sementara itu, gelandang Barcelona, Ivan Rakitic mengungkapkan rutinitas hariannya sejak Barcelona meminta pemain mereka untuk melakukan karantina sendiri di rumah masing-masing pasca merebaknya virus corona. Ia mengaku terpaksa menjadi guru untuk sementara waktu.

“Kita yang memiliki anak tahu bahwa itu rumit. Kami bangun antara 7:30 dan 8:00, kami sarapan dan kemudian kami memeriksa tugas sekolah secara online. Kami sedikit bermain dengan mereka, menyiapkan makanan, memeriksa apakah mereka ingin tidur siang – selalu banyak tertawa agar hari lebih baik. Kami ingin memanfaatkan waktu bersama. Kami adalah guru di pagi hari dan bermain game di sore hari,” bebernya di MARCA.

Terkait latihan di rumah, Rakitic mengaku mendapat bimbingan jarak jauh seorang pelatih kebugaran Barcelona. “Saya punya gym di rumah dan istri saya juga sangat terpikat. Kami telah menetapkan sebagai ruang permainan di gym. Mereka bisa bermain dan kami bisa berlatih,” jelasnya.

“Setiap pelatih kebugaran (Barcelona) memiliki sekelompok pemain yang bekerja sama dengannya. Saya bersama Antonio dan saya bertanya kepadanya apa yang harus kami lakukan, ketika kami harus bekerja lebih keras di treadmill dan di sepeda. Kami berkomunikasi setiap hari, mereka sangat menyadari segalanya dan mereka punya jawaban,” kunci pemain Kroasia tersebut. (amr)

Bagikan berita ini:
1
7
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar