Cemburu, Brondong Aniaya Tante-tante

BARANG BUKTI : Kapolsek Ubud, AKP Gede Sudyatmaja didampingi Kanitreskrim Polsek Ubud Iptu Gede Mudana serta Kasubag Humas Polres Gianyar Iptu I Ketut Suarnata saat rilis pengungkapan kasus, Senin (23/3). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

FAJAR.CO.ID,GIANYAR-- Seorang pemuda I Gde Dika alias Badak, 28, asal Desa Sibanggede, Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung diamankan jajaran Mapolsek Ubud.

Pasalnya, ia melakukan kekerasan dan pencurian terhadap korban, Ni Nyoman Wardani, 41, asal Banjar Tagtag, Desa Sibanggede, Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung di Jalan Tirta Tawar Banjar Tengah Kauh, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Jumat (13/3).

Sesuai data yang dihimpun, diduga antara korban dan pelaku menjalin hubungan asmara terlarang. Pemuda brondong tersebut merasa cemburu, lantaran korban tidak pernah mengangkat teleponnya. Kemudian pelaku membuntuti korban menggunakan sepeda motor.

Tiba di TKP, keduanya sempat cekcok, sebelum akhirnya pelaku merampas handphone milik korban. Wajah korban sempat dibogem pelaku, menjambak rambut, bahkan mengambil uang senilai Rp 500 ribu dari tas korban.

Atas kejadian itu, korban melapor ke Polsek Ubud. Sementara pelaku langsung kabur ke rumahnya. Saat mendapat laporan, tidak berselang lama polisi berhasil mengamankan pelaku Badak di rumahnya tanpa perlawanan. Badak kemudian digiring ke Mapolsek Ubud untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut.

“Yang dilanggar Pasal 365 Ayat 1 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, ancaman penjara 9 tahun atau Pasal 351 Ayat 1 KUHP tentang penganiayaan diancam pidana paling lama 2 tahun,” jelas Kapolsek Ubud AKP Gede Sudyatmaja didampingi Kanitreskrim Polsek Ubud Iptu Gede Mudana serta Kasubag Humas Polres Gianyar Iptu I Ketut Suarnata saat rilis pengungkapan, Senin (23/3).

Mengenai motif pelaku, diduga ada kepentingan khusus dengan korban. “Karena motif cemburu, korban dibuntuti dari belakang. Begitu ditemukan di wilayah Ubud, pelaku langsung menghentikan paksa korban,” jelasnya.

Terkait pencurian HP, pelaku hanya ingin memeriksa percakapan. Sebab beberapa kali pelaku menghubungi korban, selalu tidak pernah ada jawaban. “Pelaku rampas HP korban untuk diperiksa. Pelaku cemburu karena sering menelepon korban, tetapi malah tidak diangkat. Yang pria masih bujang, perempuannya sudah bersuami,” imbuh perwira asal Klungkung tersebut.

(bx/ade/man/JPR)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad

Comment

Loading...