Masyarakat Pulau Pertanyakan Kesiapaan Pembangunan RS Tipe D di Pulau Terluar


FAJAR.CO.ID,PANGKEP– Pembangunan Rumah Sakit (RS) tipe D di salah satu pulau terluar Kabupaten Pangkep dinilai hanya wacana belaka. Tak ada kejelasan terkait pembangunannya hingga saat ini.

Hal itu diungkap pengurus Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) Himpunan Mahasiswa Liukang Tangaya (Himalaya), Irfan Samsir, menurutnya rencana pembangunan RS tipe D yang dilontarkan Pemprov Sulsel sejak tahun lalu, hingga kini tak ada kejelasan.

“Rencana pembangunan ini bisa dibilang sejak tahun lalu. Namun sampai sekarang, belum ada kejelasan terkait bagaimana kelanjutan pembangunan rumah sakit ini, utamanya dari pemerintah provinsi selaku pelaksana program,” bebernya.

Ia pun menyebut, hingga saat ini belum dijumpai tim survei yang turun meninjau lokasi pembangunan RS tersebut di wilayah kepulauan Pangkep di Kecamatan Liukang Tangaya.

“Sampai detik ini, kami warga di Pulau Sapuka, belum melihat ada tim survei dari pemprov yang turun ke lapangan meninjau langsung, hasil dari Workshop RS tipe D yang diselenggarakan pemprov tahun lalu itu akan menginfokan ke kami, bahkan akan melibatkan beberapa perwakilan dari kami untuk meninjau ke lapangan. Buktinya belum ada sampai saat ini,” bebernya.

Pihaknya meminta dalam penentuan lokasi pembangunan RS tipe D itu terlebih dahulu melibatkan tim survei untuk lokasi pembangunannya.

“Penentuannya kembali kepada hasil studi lapangan. Pemerintah setempat dalam hal ini di kecamatan, baik lurah maupun desa boleh-boleh saja menawarkan, mengusulkan dan memberikan pilihan lokasi pembangunan yang menurutnya baik, tetapi soal penentuan itu bukan wewenang mereka, apalagi ini merupakan program dari pemerintah provinsi. Jadi harus sesuai dengan hasil survei pemprov,” paparnya.

Komentar

Loading...