Soal Penundaan Pilkada, Komisi II DPR: Diputuskan April

Anggota Komisi II DPR RI, Mitra Fachruddin MB. (Istimewa)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR-- Pelaksanaan Pilkada serentak 2020 ikut kena imbas situasi darurat virus corona (Covid-19). Sejauh ini sudah empat tahapan Pilkada yang ditunda KPU RI.

Bukan tidak mungkin, jika situasi penyebaran Covid-19 semakin parah. Maka pelaksanaan Pilkada serentak 23 September mendatang ikut ditunda pelaksanaannya.

Anggota Komisi II DPR RI yang membidangi masalah Pilkada, Mitra Fachruddin MB mengatakan sejauh ini belum ada surat dari penyelenggara khusus KPU RI untuk membahas masalah penundaan Pilkada serentak 2020.

"Kami dari DPR RI tentu menunggu surat dari penyelenggara. Termasuk untuk menanggapi persoalan atau bencana nasional ini," kata Mitra melalui pesan singkat ke fajar.co.id, Senin (23/03/2020).

Politisi PAN itu mengatakan dirinya sudah menanyakan langkah DPR ke sesama anggota dan pimpinan komisi II DPR, untuk menyikapi pelaksanaan pilkada di tengah situasi seperti saat ini.

"Ini juga saya tanyakan di grup komisi bagaimana langkah DPR tapi belum ditanggapi. Insyaallah kalau ada jawaban, saya kabari," sebut Mitra.

Mitra menjelaskan untuk pelaksanaan rapat di DPR RI juga untuk sementara waktu ditiadakan. Putra bupati Enrekang ini berharap paling lambat bulan April sudah ada keputusan terkait pelaksanaan pilkada.

"Insyaallah, tetapi ada edaran dari pimpinan DPR bahwa pembukaan sidang nanti di awal April jadi di situ baru pada masuk kantor karena lagi reses juga," jelasnya.

Sebelumnya, KPU RI menunda empat tahapan Pilkada serentak 2020. Hal itu seperti tertuang dalam Keputusan Nomor: 179/PL.02-Kpt/01/KPU/III/2020 dan Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Keputusan KPU tersebut.

Empat tahapan itu mulai dari pelantikan Panitia Pemungutan Suara (PPS), verifikasi faktual dukungan calon perseorangan, pembentukan Petugas pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) dan pelaksanaan pemutakhiran data pemilih. (mirsan/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar

Comment

Loading...