Dituding Siram Lombok Mata Bandar Narkoba, Polisi: Itu hanya Permainan

Pengacara Arie Dumais SH (tengah)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR - Kasus dugaan penganiyaan muncul di kalangan aparat kepolisian. Kali ini, korbannya adalah seorang perempuan bernama Irianti alias Anti (47).

Dari catatan aparat, Anti merupakan seorang bandar narkoba. Warga asal Jalan Gunung Bawakaraeng itu diduga disiksa oknum polisi dari Satnarkoba Polrestabes Makassar.

Terdapat 10 nama oknum polisi yang melakukan penyiksaan tersebut, yang mereka anggap sebagai pelaku dalam kasus penyiksaan itu.

Pengacara korban, Ashari Setiawan Daeng Kama mengatakan, kliennya disiksa di posko Balla Taipa, Jalan Urip Sumohardjo pada 19 November 2019 lalu, sekitar pukul 21.00 Wita.

"Klien saya dipaksa mengaku menjadi bandar padahal barang bukti tidak seberapa. Dia disiksa dengan disiram lombok di mata dan kepala. Dua saset lombok itu dibungkus dengan plastik, dia ikat (di kepala) jadi orang tidak bisa bernapas," kata Ashari.

"Lalu lombok itu, jatuh ke buah dadanya (korban). Jadi orang kepedisan. Itu dilakukan oleh salah satu oknum polisi," sambung dia.

Mereka sengaja akan mengawal kasus ini, karena kliennya tersebut adalah seorang perempuan. Pihaknya pun akan melapor ke Komnas HAM, dan beberapa pihak terkait.

Dikonfirmasi terpisah, Kasatnarkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika membantah keras tuduhan yang ditujukan kepada satuannya itu.

Polisi berpangkat satu bunga itu menganggap, seluruh peraturan dalam perlindungan perempuan telah ia laksanakan.

Sekalipun pelaku adalah seorang perempuan, dia sangat dilindungi oleh negara. Diari mengatakan, aksi yang dilakukan Irianti alias Anti adalah permainan bandar belaka.

"Ini hanya permainan bandar supaya dia bebas. Siapa yang mau membebaskan bandar, dan siapa yang mau tangkap bandarnya. Berkas perkaranya itu, kini sudah P21," katanya saat dikonfirmasi, Selasa (24/3/2020).

"Dia (Anti) berteman dengan lima orang, satu dari Lapas. Itu adalah perlawanan dari bandar," sambungnya. (agus/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar

Comment

Loading...