Eksklusif: Wawancara Keluarga Korban Diduga ODP Covid-19

Selasa, 24 Maret 2020 17:19

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Salah satu pasien diduga Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang meninggal kemarin sore di Rumah Sakit Grestelina, Makassar, Senin, 23 Maret 2020, kini sudah terungkap.

Berdasarkan penelusuran fajar.co.id, korban tinggal di Minasa Sari, kelurahan Minasa Upa, Kota Makassar. bernama Muh Ruslan, (52) yang sebelumnya baru saja kembali dari ibadah umrah.

Menurut saudara korban, Supriadi, hasil dari rumah sakit mengatakan kalau korban meninggal karena penyakit gula dan pengaruh obat keras yang selama ini ia konsumsi. “Yah saya tau karena saya selalu dampingi korban selama di rumah sakit, untuk mengetahui korban positif atau tidak, kita masih tunggu hasil tes yang sudah dikirim ke pusat”, ungkapnya, saat ditemui di rumah duka, Selasa (24/3/2020).

Supriadi menambahkan, korban sebelumnya punya riwayat penyakit gula sehingga selalu minum obat keras kurang lebih selama 23 tahun, kalau malam susah tidur kalau tidak minum obat ditambah fisik yang lemah.

Sementara itu, kerabat korban, Darwis, saat ditanya mengenai gejala covid 19, “Dia sesak nafas, tetapi dari dulu dia selalu memang sesak nafas, ditambah susah tidur kalau malam. Bayangkan dari tahun 1996 saya menikah, dia sudah mengomsumsi obat keras untuk meredam penyakit gulanya,” ujarnya.

“Tanggal 25 dia berangkat tidak ada penyakit, kecuali selalu minum obat, bahkan di Mekah. Dan telah dianjurkan minum obat seumur hidup oleh dokter. Korban pernah bilang, sepulang dari umrah bisa berhenti minum obat yang telah puluhan tahun dikomsumsi,” kata dia.

Lebih jauh, korban sebelumnya juga dari dulu keluar masuk rumah sakit, cuma istilahnya, karena ada lagi virus ini jadi masyarakat mengaitkan lagi, terangnya.

Pihak keluarga berharap hasil tes dari pusat negatif, “Saat ini semoga hasil tesnya cepat keluar, pihak kami juga berharap korban negatif corona, sehingga kami tidak was was lagi, karena sudah melakukan kontak sebelumnya, budaya kita kalau ada orang yang pulang umrah bagaimana,” ujar pria berkumis tersebut.

Diketahui sebelumnya, korban berangkat umrah bersama keluarganya yang berjumlah 12 orang, bersama anak, istri dan lain-lain. ditanya mengenai kondisi keluarga korban, sejauh ini tidak ada gejala virus corona, kecuali kecapean semua. (iqbal)

Bagikan berita ini:
8
2
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar