Fatih Terim Positif Corona, Maldini Yakin Sembuh Sepekan

0 Komentar

Fatih Terim/EPA

FAJAR.CO.ID, ISTANBUL—Mantan pelatih AC Milan dan Fiorentina, Fatih Terim dinyatakan positif terpapar virus corona. Fatih tidak memiliki masalah kesehatan mendasar yang diketahui tetapi, namun pada usia 66 tahun ia dianggap berisiko lebih tinggi.

“Menurut hasil tes hari ini, hasilnya saya positif virus corona. Aku di tangan yang baik di rumah sakit. Jangan khawatir. Saya akan membuat pengumuman lain sesegera mungkin,” kata Terim melalui tweetnya dikutip dari Football Italia.

Sementara itu, Direktur Milan, Paolo Maldini meyakinkan bahwa ia dan putranya Daniel dalam kondisi baik-baik saja. Ia pun berharap dapat terbebas dari coronavirus dalam waktu seminggu.

Paolo dan Daniel dikonfirmasi telah dinyatakan positif COVID-19 kemarin, dan legenda Rossoneri kini telah mengeluarkan pembaruan tentang kondisi mereka pasca vonis virus mematikan tersebut.

“Dengan video ini saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang menyatakan melalui media sosial dan mengirimkan pesan cinta mereka dan juga kepedulian mereka terhadap kesehatan saya dan anak saya,” katanya.

“Kami baik-baik saja, kami harus dapat melepaskan diri dari virus ini dalam waktu seminggu. Terima kasih atas kasih sayang Anda, yang benar-benar tidak pernah kurang,” lanjut legenda Milan tersebut.

Ia secara khusus menyampaikan hormat kepada tim medis dan aparat keamanan. “Saya juga ingin berterima kasih kepada semua dokter, perawat, petugas kesehatan, penjaga sipil dan petugas penegak hukum yang menghadapi keadaan darurat ini dengan profesionalisme dan keberanian yang luar biasa. Sekali lagi, kamu membuat kami merasa bangga menjadi orang Italia. Terima kasih lagi,” tandasnya.

Legenda Milan, Demetrio Albertini sementara itu mengatakan Italia saat ini memainkan salah satu pertandingan paling penting dalam sejarah dan pada akhirnya akan mengalahkan COVID-19.

Mantan pemain Lazio, Atletico Madrid dan Barcelona yang meraih lima scudetto dan tiga Piala Eropa, termasuk Liga Champions pada 1993-94 selama di Milan itu mengatakan, mereka hanya perlu melakukan yang terbaik.

“Negara kami memainkan salah satu pertandingan paling penting dalam sejarah. Kami orang Italia dipaksa untuk mengalahkan saingan tersulit: COVID-19. Kita perlu memberikan yang terbaik, tetapi dalam waktu singkat kita akan bisa mengatakan dengan bangga bahwa kita telah menang melawan musuh besar,” tegas Albertini kepada Marca. (amr)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...