Hamzah Pangki Usulkan Lockdown Dilakukan Tingkat Desa

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Penyebaran virus corona (Covid-19) semakin mengkhawatirkan. Di Sulsel tercatat sudah ada dua yang posotif dengan ratusan PDP dan ODP.

Upaya massif dibutuhkan untuk pencegahan virus tersebut. Salah satunya dengan melakukan lock down.

Hal tersebut disampaikan oleh bakal calon Bupati Bulukumba, Andi Hamzah Pangki. Meski menyampaikan usul, namun Ketua DPD II Golkar Bulukumba ini berharap lockdown dilakukan berbasis desa.

“Covid-19 memang sedang melanda dunia. Wabah ini begitu cepat menjalar seiring dengan tingginya mobilitas warga dunia, termasuk di Indonesia dan terkhusus di Butta Panrita Lopi,” kata Hamzah Pangki, Selasa (24/03/2020).

Hanya saja, anggota DPRD Bulukumba ini mengungkapkan pola penanganan yang saat ini populer yaitu melakukan Lockdown. Dimana warga tidak diperkenankan melakukan berbagai kegiatan dan harus tinggal di rumah demi mencegah menyebarnya wabah Covid-19.

Hanya saja, Hamzah menyebutkan pola lockdown yang diterapkan seperti di China dan Italia dan beberapa negara maju untuk mencegah penularan Covid-19 ini sangat sulit untuk dilakukan di Indonesia, termasuk di Bulukumba.

“Karena pola lockdown seperti di negara maju sulit kita terapkan, jalan keluarnya kita harus mengoptimalkan potensi pedesaan dan potensi gotong royong atau aksi kolektif rakyat yang nota bene merupakan warisan budaya. Apalagi desa merupakan wilayah otonom dalam pemerintahan Indonesia,”jelas Hamzah.

Bakal calon bupati Bulukumba menjelaskan, lockdown berbasis desa dimulai dengan fasilitasi perangkat desa untuk di edukasi dan mengenali apa itu covid-19, untuk selanjutnya mereka bermusyawarah demi merumuskan bagaimana mereka menghadapinya secara kolektif.

“Perangkat desa kemudian membuat semacam Pokja yg menindaklanjuti kebijakan desa yang berasal dari hasil musyawarah dan langkah apa yang akan dilakukan untuk melindungi warga dari penularan virus, sambil menggali potensi apa yang ada di desa untuk mendukung dalam hal meningkatkan imunitas warga, juga membuat masker dari bahan-bahan yang tersedia,” pungkasnya. (Mirsan)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...