Penelitian Terbaru: Penciuman dan Rasa di Lidah Hilang

Selasa, 24 Maret 2020 09:12

Pasien bisa kehilangan indera penciuman dan pengecap sata terinfeksi COVID-19.

Untungnya, penemuan ini berhasil menarik perhatian ahli virologi asal Jerman, Hendrik Streek. Dia dilaporkan sedang melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengungkap kebenaran dari gejala terbaru itu. Saat ini, Streek dan timnya sedang sibuk mengambil sample harian dari para pekerja yang terinfeksi dan tengah diisolasi di rumah sakit.

Mereka juga melakukan sesi wawancara khusus untuk mengetahui perkembangan gejala tersebut. Hasilnya pun sangat mengejutkan, dua pertiga responden mengaku mengalami gejala serupa yakni, hilangnya indera penciuman dan pengecap,

“Menurut mereka, gejala itu berlangsung selama beberapa hari,” kata Streek.

Temuan yang sama juga diungkapkan oleh Massimo Galli, Professor Penyakit Menular di University of Milan. Dia mencatat bahwa gejala ini akan muncul setelah pasien mengalami sesak napas, demam, dan gejala-gejala umum lainnya. Dalam arti lain, gejala tersebut tidak akan muncul pada diagnosis dini.

Sementara menurut Judy Stone yang berprofesi sebagai Dokter Spesialis Infeksi sekaligus kontributor Forbes, satu-satunya penyakit atau infeksi yang dapat menyebabkan hilangnya indera penciuman adalah Herpes simplex encephalitis. Dia mengaku tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut.

Sampai saat ini, Judy mengaku belum dapat memastikan penyebab terjadinya gejala-gejala tersebut. Beberapa virus memang dapat menghancurkan sel atau reseptor sel di bagian hidung. Ada juga virus yang dapat menginfeksi otak melalui saraf sensorif penciuman. Menariknya, kemampuan virus dalam menginfeksi otak inilah yang diduga menjadi pemicu kegagalan pernapasan pada pasien positif COVID-19.

Bagikan berita ini:
2
10
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar