Wabah Corona Turunkan Penghasilan Ojol, Petinggi Gojek Siap Potong Gaji

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Nasib malang sedang dialami oleh ojek online (Ojol). Wabah virus corona menyulitkan untuk mendapat penghasilan yang banyak.

Salah satu driver ojek online yang satu ini, Bugma mengeluhkan dampak dari virus itu. Penghasilannya akhir-akhir ini, kata dia, mulai menurun.

Berbeda saat virus corona belum masuk ke Indonesia. Penghasilan hariannya, berkurang beberapa hari terakhir ini.

"Dari biasa saya dapat Rp250 ribu per hari. Sekarng sisa Rp120 ribu per hari. Sudah terjadi sejak 3 hari ini," katanya kepada Fajar.co.id, Senin (23/3/2020).

Warga Kabupaten Gowa ini mengaku, beberapa tempat yang biasanya ramai, kini mulai sepi.

Orderan penumpang atau makanan yang ia terima, mulai sulit didapat. Menurutnya, hal itu terjadi akibat orang yang biasa kerja di luar kantor, kini memilih tinggal di rumah saja.

"Warung makan juga sepi atau tempat ramai lainnya. Apalagi penumpang. Tidak ada mau keluar," tambahnya.

Manajemen Gojek mengakui ada penurunan pendapatan bagi drivernya. Penurunannya terjadi sejak wabah virus corona masuk ke Indonesia.

Terkhusus di Kota Makassar, beberapa driver Gojek mulai mengalami penurunan pendapatan sejak beberapa hari terakhir.

Head of Regional Corporate Affairs East Indonesia Gojek, Mulawarman mengungkapkan, terdapat sekitar ratusan ribu driver ojek online (Ojol) yang mengeluhkan penurunan itu.

Hal tersebut seiring dengan penurunan mobiltitas dan produktivitas masyarakat, yang kini lebih memilik berdiam diri di rumah, dari pada berinteraksi di ruangan luar.

Namun pihaknya telah memiliki tiga langkah untuk mengantisipasi penurunan pendapatan. Itu untuk menjaga penghasilan ratusan ribu driver ojol yang ada di lapangan.

"Co-CEO dan jajaran manajemen senior Gojek akan mendonasikan 25 persen gaji tahunan mereka, selama 12 bulan kedepan," kata Mulawarman kepada Fajar.co.id, Selasa (24/3/2020).

Para petinggi aplikasi transportasi online ini paham dengan pandemi virus corona atau covid-19 saat ini. Tidak di kalangan Co-CEO saja, jajaran karyawan Gojek bakal merasakan seperti yang sama.

Anggaran kenaikan gaji karyawan bakal dialihkan ke alokasi anggaran lain. Hal itu untuk tetap menjaga penghasilan driver online di tengah virus corona, yang mulai menyapu Indonesia.

"Anggaran kenaikan gaji tahunan seluruh karyawan Gojek, akan dialihkan ke anggaran bantuan ini," tambah Wawan, sapaan akrab Mulawarman.

Kata dia, proses akan dibentuk agar pihak lain juga dapat memberikan donasi. Terutama para partner korporat Gojek.

Masih ada bantuan yang akan diterima driver ojek online Gojek, untuk menjaga penghasilan hariannya. Pengguna layanan Gojek diperbolehkan memberikan tip kepada driver.

"Memberikan kesempatan kepada pengguna layanan Gojek untuk memberikan tip lebih bagi driver. Dengan nominal hingga Rp100 ribu yang tertera dalam aplikasi," tutupnya. (Agus)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam

Comment

Loading...