Demi Penanganan Virus, Keterbukaan Prof Idrus Seharusnya Ditiru Pasien Lainnya

  • Bagikan

Semangat yang ditunjukkan oleh Prof Idrus dalam masalah kemanusiaan bukan kali ini saja. Ketika bencana tsunami menerjang Aceh pada tahun 2004, Prof. Idrus adalah relawan pertama yang datang ke lokasi yang porak poranda. Begitu juga setiap peristiwa kemanusiaan lainnya, beliau selalu hadir.

Menurut Prof Dwia, sikap Prof Idrus yang secara terbuka mengumumkan bahwa dirinya positif virus Covid-19 tentunya dilandasi oleh kesadaran beliau bagaimana seharusnya wabah ini diatasi.

“Itu karena sensitivitas beliau yang tanggap bencana. Kita sangat hargai sekali. Prof. Idrus ingin agar orang-orang yang pernah berinteraksi dengan dirinya dalam beberapa hari terakhir ini segera mawas diri, melakukan isolasi mandiri, atau memeriksakan diri jika mengalami gejala klinis,” kata Prof Dwia.

Peristiwa ini merupakan peringatan bagi siapa saja, bahwa kita semua berpotensi untuk terpapar virus Covid-19. Keterbukaan seperti yang ditunjukkan Prof Idrus adalah langkah pencegahan aktif. Ini akan memicu kesadaran bersama untuk selalu berhati-hati.

“Mari kita bersama-sama mendoakan kesehatan dan kesembuhan beliau. Semoga apa yang telah beliau lakukan selama ini, dedikasi, dan pengabdiannya, akan menjadi amalan untuk kesembuhan beliau. Amin,” tutup Prof Dwia. (rls)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan