Miris! Dokter dan Perawat Ditolak Tetangga

Rabu, 25 Maret 2020 12:02

Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan, Pulogadung, Jakarta Timur. Foto: ANTARA/Andi Firdaus

FAJAR.CO.ID, JAKARTA TIMUR – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) menyampaikan, telah terjadi peristiwa penolakan terhadap dokter dan perawat yang menangi pasien terjangkiti virus corona COVID-19 oleh tetangga di lingkungan domisili mereka di Jakarta Timur.

Ketua Umum PPNI Harif Fadhilah mengatakan, penolakan tersebut telah terjadi sejak Minggu (22/3).

“Laporan ini kami terima pada Minggu (22/3) lalu. Tidak hanya perawat tapi juga dokter di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan,” kata Ketua Umum PPNI Harif Fadhilah yang dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu (25/3) pagi.

Akibatnya tenaga medis perawat pasien COVID-19 itu saat ini ditampung sementara di salah satu gedung RSUP Persahabatan, sebagai tempat tinggal sementara mereka.

Harif tidak menyebut jumlah dokter yang perawat yang mengalami kondisi itu.

Namun kejadian ini dipastikan baru diketahui terjadi di lingkungan RSUP Persahabatan, Pulogadung, Jakarta Timur.

“Saya baru mendapatkan laporan di RSUP Persahabatan saja. Domisili mereka tinggal ada di sekitar RSUP Persahabatan, di sekitar Jakarta Timur,” katanya.

Penolakan itu dilakukan masyarakat karena merasa khawatir tertular virus corona (COVID-19).

Sebagai wadah perkumpulan perawat, kata dia, PPNI mulai melakukan advokasi terhadap nasib tenaga medis yang kini mengalami kesulitan kembali ke kosan serta rumah mereka akibat penolakan tersebut.

Harif mengatakan, tindakan masyarakat yang menolak kehadiran dokter maupun perawat COVID-19 adalah tindakan yang berlebihan.

Bagikan berita ini:
9
9
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar