Skenario Terburuk Anies Baswedan Jika Covid-19 Meningkat

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Penyebaran virus korona jenis baru atau COVID-19 di Indonesia khususnya Jakarta kian mengkhawatirkan. Angkanya setiap hari terus bertambah hingga menyentuh 427 kasus positif COVID-19. Dikhawatirkan akan terjadi ledakan pasien di waktu yang datang.

Mengantisipasi ledakan pasien korona, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah berkoordinasi dengan Presiden Joko Widodo. Skenario terburuk pun telah disiapkan Anies guna mengantisipasi pandemi ini.

“DKI Jakarta sudah menyiapkan skenario untuk menangani ketika kasusnya berjumlah 500, 1.000, bahkan sampai dengan 8.000 orang terkonfirmasi positif,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Widyastuti di Balai Kota Jakarta, Selasa (24/3).

Skenario tersebut yakni membagi pasien ke dalam 3 kelompok. Pertama yakni parah/kritis sebesar 8 persen, berat sebesar 12 persen, dan terakhir kelompok ringan sebesar 80 persen.

“Dengan skenario itu, maka yang membutuhkan perawatan intensif adalah 20 persen pertama, yang 80 persen gejalanya ringan sehingga bisa menggunakan fasilitas yang relatif minim termasuk ke wisma atlit atau RS lain,” jelasnya.

Untuk 20 persen pertama, yakni kelompok kritis dan berat, pasien akan dirawat dengan fasilitas kesehatan lengkap seperti ventilator, bantuan oksigen. Fasilitas ini ini selevel dengan ICU dan IGD.

Selain itu, Widyastuti menyatakan, Pemprov DKI Jakarta akan berkoordinasi dengan seluruh pihak, termasuk Forkopimda, masyarakat, dan Pemerintah Pusat mengenai skenario penanganan COVID-19 di Jakarta. “Terutama terkait dengan pemanfaatan Wisma Atlet ketika ke depan berhadapan dengan kasus-kasus yang ada,” tandasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar


Comment

Loading...