#Di Rumah Saja !

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR---Aisyah radhiallahu'anha bertanya pada Rasulullah tentang Wabah (tha'un), maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab : wabah itu adalah adzab yang Allah kirim kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Allah jadikan sebagai rahmat bagi orang-orang yang beriman.

Tidaklah seseorang yang ketika terjadi wabah (tha'un ) dia tinggal di rumahnya, bersabar dan berharap pahala dari Allah. Lalu seseorang itu yakin bahwa Tha’un tidak akan menimpanya kecuali ditetapkan Allah untuknya, maka dia akan mendapatkan pahala syahid (HR. Al-Bukhari(3474), An-Nasa’I dalam As-Sunan Al-Kubra (75270, Ahmad (26139) yang disiarkan oleh www, Tawaf.TV sebuah TV- Online .

Janji akan dapat pahala syahid artinya pahala surga karena begitu berarti nya kalau seseorang tinggal di rumah pada saat wabah sedang berlangsung. Tinggal di rumah berarti ikut dalam usaha memutuskan rantai penyebaran wabah ( Tha’un).

Pasti semua ajaran agama manapun mengajarkan berbuat baik dan beramal bagi masyarakat sekitar , dan amalan tersebut akan didapatkan jika tinggal di rumah.

Sejak tanggal 11 Maret 2020 WHO mengumumkan Copid – 19 sebagai pandemi maka Presiden Joko Widodo telah menghimbau untuk melakukan aktivitas di rumah saja untuk mencegah penyebaran virus ini.
Intinya berdiam diri di rumah, menjauhi keramaian dan tidak bepergian, menjaga jarak dari dengan individu lain. Istilah nya Social Distancing dan Physical Distancing .

Virus ini menyebar melalui kontaminasi droplet atau percikan air liur . Kadang kadang kalau manusia berbicara ada semburan ludah keluar dari mulut sebenarnya setitik yang tidak terlihat oleh mata atau tanpa disadari , dan inilah yang perlu dijaga jangan sampai di droplet itu ada virus yang berpindah.

Saat ada orang lain yang tidak terinfeksi memegang permukaan yang ada droplet mengandung virus, lalu menyentuh mulut, hidung atau mata tanpa mencuci tangan maka orang tersebut berisiko tinggi ikut tertular.


Unhas sebuah Universitas Humanity bersama dengan perguruan tinggi lainnya merespon imbauan dari Bapak Jokowi, dengan menugaskan dosen dan mahasiswa melakukan perkuliahan secara On line dari rumah masing -masing. Semua dosen mengajar dari rumah via Daring atau Dalam Jaringan .

Banyak hikmah positif dari tinggal di rumah bagi ibu rumah tangga yang kesehariannya sebelum pandemi sibuk di luar rumah dari pagi pk 8.00 sampai pk 17.00 .

Semua kegiatan sector domestik ( pekerjaan rumah tangga) dapat dilakukan kembali tanpa perlu terburu-buru, mulai bangun pagi melihat jadwal kuliah , mempersiapkan bahan di komputer atau HP, lalu mempersiapkan menu bagi semua anggota keluarga yang juga tinggal di rumah. Memasak, mencuci semua dilakukan kembali . Memperhatikan secara rinci kebersihan rumah dan isi lemari pakaian. Ada yang sudah mulai mengumpul baju yang baik tapi tidak pernah dipakai untuk diberikan kepada orang lain yang membutuhkan.

Tidak ada acara keluar rumah semua dipersiapkan di rumah.
Berzikir, mengaji dan sholat berjamaah dilakukan kembali bersama semua anggota keluarga di rumah.


Saat ini kesadaran untuk tinggal di rumah merupakan kebutuhan untuk diri sendiri . Demi kesehatan diri sendiri, karena di luar sana tidak diketahui mana individu yang positiv atau pembawa virus. Bahaya virus Covid-19 akan menyebar melalui droplet. Droplet ini dari mulut orang yang tidak ketahui status nya, apakah pembawa virus atau terinfeksi virus ? Setidaknya berdiam diri di rumah lebih aman. Kita berdoa saja agar Pandemi di luar sana bisa berhenti dengan melihat berita di https://covid 19.SulSelprov.go.id.Jangan Keluar rumah !, Cuci Tangan dengan benar. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : rasid alfarizi

Comment

Loading...