Enam Kemudahan Cicilan Hutang Anda di Bank bagi Debitur Terdampak Corona

MELAYANI: Petugas Bank NTB Syariah Cabang Gerung saat memberikan pelayanan kepada masyarakat, beberapa waktu lalu. LOMBOK POST

FAJAR.CO.ID,MATARAM-- Debitur terdampak kasus Corona, mempunyai enam pilihan restrukturisasi kredit. Untuk penundaan dalam koridor restrukturisasi kredit, ada beberapa pilihan yang dapat disepakati antara bank atau perusahaan pembiayaan dengan debitur.

”Antara lain penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu, pengurangan tunggakan pokok, pengurangan tunggakan bunga, penambahan fasilitas kredit/pembiayaan, dan konversi kredit/pembiayaan menjadi modal,” kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB Farid Faletehan, Kamis (25/3).

Dijelaskan istilah kelonggaran, keringanan atau penundaan dan sejenisnya merupakan bahasa publik yang perlu diterjemahkan dalam bahasa teknis perbankan. Ini sesuai dengan ketentuan yang sudah dikeluarkan OJK (POJK No. 11/POJK.03/2020).

”Bagi para debitur yang mengalami pelambatan kegiatan usaha karena dampak penanganan penyebaran covid-19 diminta untuk menghubungi bank supaya dicarikan solusi terbaik melaui upaya restrukturisasi kredit,” jelasnya.

Setiap bank atau perusahaan pembiayaan, masing-masing mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Sehingga penanganan restrukturisasi akan berbeda-beda juga, disesuaikan dengan kemampuan mereka.

”Bagi debitur yang tidak terdampak atau masih dapat menjalankan usahanya dan masih memiliki kemampuan keuangan untuk mengangsur, diharapkan untuk tetap dapat memenuhi kewajibannya,” terangnya.

Dikatakan semua pihak harus sama-sama menyadari kredit yang diberikan oleh lembaga keuangan kepada debitur berasal dari dana masyarakat yang pada saatnya juga harus dikembalikan. Apabila lembaga keuangan tidak bisa mengembalikan dana masyarakat, maka kepercayaan masyakat akan runtuh dan dapat menyebabkan masalah yang lebih besar lagi.

”Semoga dengan adanya kebijakan relaksasi ini dapat memberikan manfaat buat nasabah dan eksistensi lembaga keuangan juga tetap terjaga dengan baik,” tambahnya.

Ditegaskan, semua lembaga keuangan perbankan maupun perusahaan pembiayaan ikut aturan OJK. Kebijakannya sama, relaksasi ini dasarnya adalah nasabah yang terdampak korona. Baik itu UMKM maupun non UMKM. Biasanya kredit cicilan yang biasa lancar dan terasa terdampak, tetapi kalau memang ada kaitannya dengan korona bisa diajukan ke bank.

Seorang pengusaha travel Mayawati mengatakan usahanya ikut terdampak dengan mewabahnya covid-19. Apalagi dengan adanya imbauan untuk diam di rumah, membuat bisnis tidak bisa dijalankan.

”Tentunya kita terbantu dengan adanya kebijakan kelonggaran kredit di bank ini,” kata pengusaha bidang pariwisata tersebut. (nur/r4/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad

Comment

Loading...