Ini Strategi PBSI di Olimpiade Jika Rangking Dibekukan

Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Atsushi Tomura/Getty Images

FAJAR.CO.ID, JAKARTA—PP PBSI mulai memikirkan antisipasi jika BWF membekukan rangking pebulutangkis menghadapi Olimpiade yang ditunda. Indonesia untuk pesta olahraga terbesar sejagad itu hanya akan mengirim atlet yang berpotensi meraih medali.

Wabah Corona yang belum reda di ratusan negara di dunia membuat IOC (International Olympic Committee) akhirnya memutuskan Olimpiade Tokyo 2020 diundur dari jadwal awal, 24 Juli - 9 Agustus 2020. Meski belum ada jadwal, Olimpiade disebut IOC akan digelar sebelum musim panas tahun depan.

Badminton World Federation (BWF) menyatakan dukungannya atas keputusan tersebut. Hingga saat ini BWF masih bekerjasama dengan sejumlah pihak terkait untuk lebih memahami situasi dalam 12 bulan ke depan. Hal ini tak lepas dari perubahan kualifikasi olimpiade serta kemungkinan pembekuan poin rangking dunia dengan sistem yang fair bagi semua pemain.

PP PBSI pun memandang bahwa keselamatan dan kesehatan semua menjadi perhatian utama saat ini. Melalui pernyataan Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto, PP PBSI mendukung penuh keputusan ini demi kepentingan bersama.

“Kami akan ikuti, apa yang menjadi keputusan IOC dan BWF, karena saat ini yang penting adalah keselamatan dan kesehatan peserta olimpiade. Wabah Covid-19 membuat kami semua tidak punya pilihan lagi, harus ikuti prosedur yang sudah ditentukan,” jelas Budiharto kepada Badmintonindonesia.org.

Keputusan ini dibuat dengan mempertimbangkan banyak hal. Dan menurut Budiharjo, harus ada banyak penyesuaian juga dari pemain. “Harus ada adjustment dengan kondisi perubahan jadwal turnamen, program latihan, dan sebagainya,” ujarnya.

PP PBSI juga belum bisa bicara mengenai apakah mundurnya olimpiade berdampak pada pergeseran pemain yang akan lolos ke olimpiade mengingat sejumlah pemain andalan kini tengah berada di peak performance mereka.

“Kami harus melihat dulu perkembangannya, termasuk jika ada perubahan ketentuan dari BWF terkait kualifikasi olimpiade dan pembekuan rangking. Secara prinsip, PBSI akan mengirim pemain yang berpeluang besar mendapat medali,” ungkap Budiharto.

Ada sejumlah opsi yang bisa dilakukan dan PBSI akan menyesuaikan diri. “Kami tidak tahu keputusan BWF seperti apa nantinya, apakah akan ada hitungan baru lagi. Kami akan sesuaikan, sekarang kami belum bisa berkata bisa ada perubahan atau tidak,” tutur Budiharto. (amr)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Amir


Comment

Loading...