Ironi Rumah Sakit Darurat Covid 19, Kekurangan Tenaga Medis Hingga APD

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Rumah Sakit Sayang Bunda merupakan rumah sakit umum yang dijadikan rumah sakit darurat covid 19 berdasarkan rekomendasi dokter-dokter yang dipelopori Dokter Hisbullah.

Rumah sakit ini tempat screening pasien yang dicurigai mengidap covid 19, untuk itu rumah sakit dibuat tiga zona, yakni zona hijau di luar pagar, zona kuning tempat pasien menunggu, dan zona merah tempat pemeriksaan pasien untuk memasukinya harus memakai Alat Pelindung Diri (APD).

Sahrul Fajar, Koordinator Lapangan (Korlap) rumah sakit darurat covid 19, mengatakan, sehari mereka targetkan hingga 50 pasien.

"Untuk hari ini, kita terima 60 pasien, agak banyak daripada target perhari, meskipun masih ada yang mau mendaftar kita tolak dulu dengan alasan kekurangan tenaga medis," ungkapnya kepada fajar.co.id, Kamis (26/3/2020).

Sahrul menambahkan, hingga kini mereka masih kekurangan tenaga medis, dan alat pelindung diri. Sehari, dokter yang memeriksa 2 atau 3 dokter saja.

"Teman-teman medis tadi di dalam memakai APD alternatif dari jas hujan, bahkan kita memakai penutup muka dari hasil kertas jilid,"ujar mahasiswa Unhas tersebut.

Dirinya berharap bantuan teman-teman dokter, perawat, bidan mungkin bisa jadi relawannya untuk memberikan bantuan medis kepada pasien. "Yang paling penting APD, kasian teman paramedis pakai APD seadanya," terangnya.

Lebih jauh, saat ini mereka sementara negosiasi alat rapid tes, sehingga memudahkan mengenali pasien apakah mereka positif atau negatif.

Untuk saat ini, pihak RS bekerjasama dengan beberapa istansi dalam hal relawan, ada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Wahdah Islamiyah, dan instansi lain yang terlibat. (iqbal)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Rumah Sakit Sayang Bunda merupakan rumah sakit umum yang dijadikan rumah sakit darurat covid 19 berdasarkan rekomendasi dokter-dokter yang dipelopori Dokter Hisbullah.

Rumah sakit ini tempat screening pasien yang dicurigai mengidap covid 19, untuk itu rumah sakit dibuat tiga zona, yakni zona hijau di luar pagar, zona kuning tempat pasien menunggu, dan zona merah tempat pemeriksaan pasien untuk memasukinya harus memakai Alat Pelindung Diri (APD).

Sahrul Fajar, Koordinator Lapangan (Korlap) rumah sakit darurat covid 19, mengatakan, sehari mereka targetkan hingga 50 pasien.

"Untuk hari ini, kita terima 60 pasien, agak banyak daripada target perhari, meskipun masih ada yang mau mendaftar kita tolak dulu dengan alasan kekurangan tenaga medis," ungkapnya kepada fajar.co.id, Kamis (26/3/2020).

Sahrul menambahkan, hingga kini mereka masih kekurangan tenaga medis, dan alat pelindung diri. Sehari, dokter yang memeriksa 2 atau 3 dokter saja.

"Teman-teman medis tadi di dalam memakai APD alternatif dari jas hujan, bahkan kita memakai penutup muka dari hasil kertas jilid,"ujar mahasiswa Unhas tersebut.

Dirinya berharap bantuan teman-teman dokter, perawat, bidan mungkin bisa jadi relawannya untuk memberikan bantuan medis kepada pasien. "Yang paling penting APD, kasian teman paramedis pakai APD seadanya," terangnya.

Lebih jauh, saat ini mereka sementara negosiasi alat rapid tes, sehingga memudahkan mengenali pasien apakah mereka positif atau negatif.

Untuk saat ini, pihak RS bekerjasama dengan beberapa istansi dalam hal relawan, ada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Wahdah Islamiyah, dan instansi lain yang terlibat. (iqbal)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : rasid alfarizi

Comment

Loading...