Jokowi Minta Penundaan Cicilan UMKM, Rudianto Lallo: Patuhi Instruksi Presiden!

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Presiden Joko Widodo telah mengeluarkam kebijakan penundaan cicilan dan penurunan bunga baik kredit perbankan maupun industri keuangan non bank bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), tukang ojek dan sopir taksi.

Langkah ini diambil demi menjaga stabilitas ekonomi yang kian lesu dampak dari wabah Covid-19 yang semakin masif terjadi di tanah air.

"Keluhan yang saya dengar dari tukang ojek, supir taksi, yang sedang memiliki kredit motor atau mobil atau nelayan yang sedang kredit perahu. Sampaikan ke mereka tidak perlu khawatir karena pembayaran bunga atau angsuran diberikan kelonggaran selama 1 tahun," tegas Jokowi.

Pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pada 19 Maret lalu telah memberikan stimulus bagi perbankan Indonesia berupa pelonggaran penilaian kualitas kredit dan restrukturisasi kredit di industri perbankan.

Pemberian stimulus ini tertuang dalam Peraturan OJK No.11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana menyatakan, pemberian stimulus untuk industri perbankan sudah berlaku sejak 13 Maret 2020 sampai dengan 31 Maret 2021.

Perbankan diharapkan dapat proaktif dalam mengidentifikasi debitur-debiturnya yang terkena dampak penyebaran Covid-19 dan segera menerapkan POJK stimulus tersebut.

Terkait instruksi Presiden, Ketua DPRD Makassar Rudianto Lallo mendorong pemerintah daerah dan pengusaha yang berkantor di Makassar merealisasikan imbauan tersebut.

"Pemerintah daerah harus mendorong realisasi himbauan tersebut dan pengusaha wajib menindaklanjuti anjuran pemerintah," ujar Rudianto Lallo kepada fajar.co.id, Kamis (26/03/2020).

Caranya, lanjut politisi Nasdem itu, pemerintah secepatnya memanggil pihak terkait dalam hal ini perbankan maupun industri keuangan non bank untuk patuh terhadap imbauan pemerintah pusat.

Pasalnya imbauan ini merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah pusat di tengah tekanan usaha akibat pandemi virus corona.

"Pemeritah panggil semua pengusaha di Makassar yang bergerak di bidang usaha tersebut untuk patuh terhadap himbauan pemerintah pusat apalagi imbauan tersebut lngsung disampaikan bapak presiden," pungkas Rudianto. (endra)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam

Comment

Loading...