Pemain Chelsea, Pedro Sedih Ingat Anak di Spanyol, Terkurung di Inggris karena Corona

Pedro Rodriguez/OZAN KOSE / AFP/Getty Images

FAJAR.CO.ID, LONDON—Pemain sayap Chelsea, Pedro Rodriguez mengungkapkan kesedihannya akibat virus corona membuatnya tidak bisa bertemu anak-anaknya di Spanyol. Harusnya, di momen libur kompetisi seperti ini, Pedro berada di Spanyol bersama anaknya.

Menurut Pedro, dengan pembatasan penerbangan dan isolasi diri yang mesti mereka lakukan, dia tidak dapat melakukan perjalanan untuk melihat anak-anaknya. Apalagi, Spanyol tercatat menjadi negara dengan dampak wabah Covid-19 tertinggi kedua di Eropa.

Wabah ini telah menimbulkan ketegangan tragis  dengan Pemerintah Spanyol membatasi perjalanan ke daerah-daerah tertentu. Hingga hari ini, sudah 2000-an orang di Spanyol dilaporkan meninggal karena wabah mematikan ini.

Pedro, 32, mengatakan dia sebenarnya telah merencanakan untuk mengunjungi anak-anaknya di tanah kelahirannya selama jeda internasional yang direncanakan pada Maret. Tetapi ia tidak dapat melakukan perjalanan dengan penerbangan yang dibatalkan di seluruh Eropa.

"Saya juga tidak dapat bepergian dan melihat anak-anak saya. Saya memiliki kesempatan untuk bersama mereka (karena jeda internasional), tetapi saya tidak dapat melakukan perjalanan,"  kata Pedro kepada stasiun radio Spanyol La Cadena SER.

Untuk menghilangkan perasaan jenuh dan rindu keluarga, mantan pemain Barcelona itu berlatih sendiri di rumah. “Saya berlatih di rumah, melakukan sedikit yang kami bisa dan menunggu berita. Untuk saat ini yang terpenting adalah menunggu," bebernya dikutip dari Evening Standard.

Ia mengatakan, situasi saat ini sangat sulit di Spanyol. “Saya berbicara dengan Jordi (Alba bek Barcelona) dan dengan satu atau dua lebih dan mereka mengatakan hal yang sama, mereka menjalani situasi ini dengan banyak kekacauan, dengan ketidakpastian. Karantina juga rumit, agak sulit. Semuanya sulit,” tuturnya.

Seperti kebanyakan pemain sepak bola dan atlet, Pedro telah menunjukkan kontribusinya dalam memerangi virus corona dengan menyumbang rumah sakit di Spanyol. Ia juga berterima kasih pada tim medis dalam pertempuran melawan Covid-19 di tanah kelahirannya.

"Dari sini, untuk sekali lagi berterima kasih kepada semua petugas kesehatan, pasukan keamanan negara, orang-orang yang berada di supermarket setiap hari, kami berterima kasih kepada semua orang atas pekerjaan yang mereka lakukan. Semoga kita dapat menghentikan virus ini,” kuncinya. (amr)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Amir

Comment

Loading...