Perusahaan Pembiayaan Diminta Patuhi Instruksi Presiden

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR-- Dampak wabah Covid-19 turut menyeret perlambatan ekonomi hampir di berbagai sektor. Pemerintah terus mengeluarkan kebijakan agar perekonomian Indonesia tidak terpuruk.

Yang teranyar adalah kebijakan pemerintah yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah yang terkena dampak dari wabah virus corona.

Setelah mendengar keluhan dari kalangan pelaku usaha, mulai dari pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), hingga tukang ojek dan supir taksi, Presiden Joko Widodo mengeluarkan imbauan kepada kalangan tersebut diputuskan bahwa pembayaran bunga atau angsuran kredit akan diberikan kelonggaran selama 1 tahun ke depan.

"Sampaikan ke mereka tidak perlu khawatir karena pembayaran bunga atau angsuran diberikan kelonggaran selama 1 tahun," tegas Jokowi.

Terkait imbauan presiden tersebut, Anggota DPRD Kota Makassar Wahab Tahir mengapresiasi kebijakan pemberian keringanan kredit dan bunga bagi masyarakat golongan menengah ke bawah yang terdampak langsung dari wabah corona ini.

Menurut Wahab, kebijakan tersebut sangat menolong rakyat golongan menengah ke bawah. Ia meminta semua perusahaan wajib melaksanakan kebijakan tersebut.

"Kebijakan yang sangat baik. Menolong rakyat golongan menengah ke bawah. Kami sangat mendukung kebijakan tersebut. Semua perusahaaan wajib hukumnya melaksanakan kebijakan ini," ujar politikus Golkar itu kepada fajar.co.id, Kamis (26/03/2020).

Selanjutnya, untuk merealisasikan kebijakan staretegis presiden, DPRD Makassar akan mengundang semua perusahaan pembiayaan dan finance yang berkantor di Makassar, untuk diskusi dan menekankan agar mereka patuh kepada perintah Presiden Jokowi.

"Dalam waktu dekat kami akan mengundang semua finance yang berkantor di Makassar untuk rapat kerja dan menekankan agar mereka patuh kepada perintah bapak presiden," ungkap Wahab.

Sebelumnya pada 19 Maret lalu, pemerintah dalam hal ini adalah OJK telah memberikan stimulus bagi perbankan Indonesia di tengah gelombang dampak virus corona terhadap perekonomian. Stimulus yang diberikan berupa pelonggaran penilaian kualitas kredit dan restrukturisasi kredit di industri perbankan.

Pemberian stimulus ini tertuang dalam Peraturan OJK No.11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease. (endra/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar

Comment

Loading...