Realokasi Rp305 Miliar, Muawiyah Ramly Minta Kemendikbud Perhatikan Guru

Anggota Komisi X DPR RI, Andi Muawiyah Ramli. (Instagram Andi Muawiyah Ramli)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR-- Komisi X DPR RI bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), terus berupaya mencari jalan terbaik agar dunia pendidikan bisa keluar dari dampak pandemi virus corona (Covid-19).

Dari beberapa rapat antara Komisi X dan Kemendikbud, disepakati untuk melakukan pergeseran anggaran (realokasi) dana pendidikan di APBN 2020.

"Hasil rapat pimpinan komisi, fraksi dan kapoksi dengan Menteri disepakati realokasi Rp305 miliar. Tapi itu masih belum final, realokasi anggaran masih dinamis, bisa saja lebih banyak, tapi tidak mungkin berkurang," kata anggota Komisi X DPR RI, Andi Muawiyah Ramly kepada Fajar.co.id, Kamis (26/03/2020).

Politisi Fraksi PKB dapil Sulsel II ini berharap anggaran tersebut bisa dimaksimalkan untuk mendukung penanganan Covid-19 dan dampak yang ditimbulkannya.

Tak hanya masalah siswa dan proses belajar-mengajar, Muawiyah juga meminta Kemendikbud memperhatikan guru yang tetap datang ke sekolah karena di rumahnya tidak ada Wifi, dana bos segera dicairkan terutama untuk tunjangan guru honorer.

"Apalagi menjelang Ramadhan, harus dipikirkan sejak sekarang bagaimana anak-anak kita mengisi aktifitas ibadah dan belajar di bulan Ramadhan," jelasnya.

Khusus bagi kesejahteraan dan kondisi ekonomiguru, baik yang berstatus PNS terlebih masih honorer, Muawiyah berharap Instruksi Presiden (Inpres) nomor 4 tahun 2020 bisa menyasar mereka.

"Skemanya menjadi skema umum yang inpresnya sudah ditanda tangani presiden. Termasuk kemudahan penundaan bayar kredit bagi semua termasuk guru dinda. Kita patokannya di sana. Skema lain dana realokasi Kemendikbud untuk tujuan itu, tergantung prioritasnya yang mana," pungkasnya. (mirsan/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar

Comment

Loading...