Rekomendasi Palsu Partai Golkar Beredar di Pilkada Maros


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– DPP Partai Golkar dan DPD I Golkar Sulsel tengah melakukan penyelidikan atas beredarnya rekomendasi palsu di Kabupaten Maros.

Rekomendasi palsu tersebut juga ditandatangani oleh ketua umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto serta Sekjen Lodewijk Paulus untuk bakal calon bupati Sahiruddin dan Amran sebagai bakal calon wakil bupati.

Tak ayal, adanya rekomendasi palsu tersebut membuat para pendukung bakal calon Bupati Maros Andi Tajerimin Nur gusar dan gelisah. Alasannya karena dirinya telah menerima surat tugas dari ketua umum Airlangga.

Ketua Bidang Organisasi DPD Golkar Sulsel, Muhammad Risman Pasigai membenarkan jika rekomendasi DPP Golkar palsu beredar di Kabupaten Maros. 

Untuk itu Risman yang juga juru bicara DPD I Golkar Sulsel ini mengaku pihaknya sementara mengusut siapa yang telah membuat dan menyebarkan rekomendasi palsu tersebut.

“Sudah lama mi beredar, semua lagi di selidiki oleh DPP Partai Golkar, dan DPD I Golkar Sulsel sudah membuat edaran terkait hal tersebut,” kata Risman, Kamis (26/03/2020).

Risman menjelaskan bahwa, biasanya banyak oknum yang bermain-main dan cari uang. Risman menyebut ini hal yang bahaya dan perlu kontrol dan koordinasi.

“Surat penetapan sementara untuk Kabupaten Maros, yang benar adalah surat yang di serahkan langsung oleh Bapak Ketua Umum Partai Golkar waktu acara deklarasi di Makassar pada tanggal 8 Maret 2020. Itu diierima langsung DPD II Kab Maros dan calon yang diusung yaitu Saudara Tajerimin,” jelas Risman. (Mirsan)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : rasid alfarizi

Comment

Loading...