Barca Menjerit, Messi Cs Akan Kehilangan 70% Pendapatan Akibat Corona

0 Komentar

Lionel Messi / AFP

FAJAR.CO.ID, BARCELONA—Pemain tim utama Barcelona tampaknya akan kehilangan cukup banyak pendapatan akibat wabah virus corona. Lionel Messi dan kawan-kawan dilaporkan akan kehilangan sekitar 70 persen pendapatan mereka.

Akibat wabah virus corona, sepak bola Spanyol harus ditangguhkan. Hal tersebut berdampak sangat parah pada pendapatan klub. Selain dari tiket pertandingan, klub juga kehilangan pendapatan dari hak siar.

Sebuah laporan di Cadena Cope yang dikutip dari Football Espana mengungkapkan bagaimana klub diatur untuk memicu ERTE. Itu berarti semua pemainnya akan kehilangan sebagian besar penghasilan mereka karena keadaan luar biasa di bawah keadaan darurat Spanyol saat ini.

Kapten klub; Messi, Sergio Busquest, dan Gerard Pique sudah berdiskusi dengan dewan direksi mengenai keputusan mereka. Namun belum menemukan kesepakatan. Tapi, klub sekarang bersedia untuk mendorong hal itu meskipun konsensus belum didapat.

ERTE adalah skema redundansi sementara Spanyol yang diaktifkan oleh keadaan darurat di negara itu. Hal ini terpaksa dilakukan lantaran bisnis kehilangan akses untuk mendapatkan keuntungan.

Ini mengikuti sebuah laporan di ESPN. Ada keterbukaan terhadap kompromi, namun para pemain diklaim tidak senang dengan proposal yang saat ini ditawarkan. Pemotongan upah akan berlaku untuk semua tim senior di klub, termasuk tim sepak bola wanita dan tim bola basket pria.

Laporan tersebut menggarisbawahi bagaimana fokusnya adalah pada tim sepak bola senior pria yang gabungan tagihan upahnya lebih dari 500 juta euro. Angka itu adalah yang tertinggi dari seluruh klub olahraga profesional di dunia.

Presiden Barca, Josep Maria Bartomeu dianggap mencari kompromi untuk tim pertama pria, 50 persen, karena peran mereka dalam mendatangkan pemasukan ke klub di atas tim-tim lainnya.

Pada hari Kamis, ada 56.188 kasus positif yang dikonfirmasi di Spanyol dengan jumlah kematian mencapai angka 4.089. Sementara 3.679 orang Spanyol lainnya saat ini dilaporkan dalam perawatan intensif.

Bicara korban meninggal, Spanyol sekarang hanya di ada belakang Italia dalam skala global untuk kematian terbanyak akibat virus itu. Dan negara itu sekarang sudah memasuki hari ke-11 dari 30 hari rencana lockdown. (amr)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...