Degradasi Mourinho

Jose Mourinho/Isabella BONOTTO / AFP via Getty Images

FAJAR.CO.ID, LONDON—Jose Mourinho memperlihatkan kecenderungan penurunan prestasi dalam beberapa tahun terakhir. Degradasi itu bahkan tampak sangat jelas bersama klubnya saat ini, Tottenham Hotspur.

PELATIH yang menjuluki dirinya The Special One itu sudah melakoni 26 pertandingan bersama Spurs setelah menggantikan Mauricio Pochettino, 20 November tahun lalu. Dari seluruh laga itu, Mourinho hanya mampu mempersembahkan 11 kemenangan.

Untuk 15 pertandingan lainnya, Mourinho sebagai penguasa ruang ganti klub London Utara itu hanya meraih enam hasil seri dan sembilan kekalahan. Dengan hasil itu, persentase kemenangan Mourinho hanya 42,3%.

Angka persentase kemenangan itu adalah yang terburuk yang pernah dicatatkan Mourinho sejak memimpin FC Porto 2002 silam. Selain itu, tahun ini Mourinho dipastikan tanpa gelar di akhir musim.

Menutup musim tanpa gelar merupakan hal langka bagi Mourinho. Peraih dua gelar Liga Champions itu sejak 2002 tercatat hanya nirgelar di 2013, 2018, dan 2019. Itu pun karena ia sedang menganggur atau tidak meneruskan pekerjaannya hingga akhir musim.

Tidak mengherankan, pria asal Setubal, Portugal itu sudah diberhentikan dua kali dari pekerjaannya dalam empat tahun terakhir. Setelah dilengserkan di Chelsea, ia kemudian didepak Manchester United meski sempat mempersembahkan gelar Liga Europa di musim perdananya.  

Lalu, apakah taktik Mourinho memang sudah tidak sehebat dulu lagi? Mantan striker Inter Milan, Diego Milito yang meraih treble winner bersama Mourinho 2010 silam mengatakan, The Special One masih salah satu pelatih terbaik dunia. “Dia fenomenal, salah satu pelatih terbaik yang pernah ada,” puji Milito di ESPN dikutip dari Football Italia.

Milito hanya bekerja sama dengan Mourinho selama satu musim. Namun, Milito mengaku mendapat begitu banyak ilmu dari sang mentor. “Saya belajar banyak darinya hanya dalam satu tahun, terutama dalam hal manajemen tim,” tutur Milito.

Ia pun mengklaim kebersamaannya dengan Mourinho di Inter adalah salah satu musim terbaik dalam sejarah klub dan kariernya. “Saya tidak punya satu untuk dikatakan di depan umum, tetapi ada banyak,” tegasnya.

Bagi Milito, Mourinho adalah sosok motivator hebat. Itu ia tunjukkan jelang final Liga Champions 2009/2010 menghadapi Bayern Munchen. Saat itu, Inter menjadi underdog berhasil mengalahkan sang raksasa Jerman.

“Apa yang dikatakan Mourinho kepada kami sebelum final Liga Champions? Itu tenang; ada ketegangan di ruang ganti. Tapi Mourinho menenangkan kita,” ungkap penyerang asal Argentina tersebut.

Mantan anak asuh Mourinho lainnya, Michael Ballack juga memuji Mourinho. Ballack yang diasuh Mourinho selama semusim ketika berkostum Chelsea pada periode 2006–2010 menyebut Mourinho adalah juru taktik yang sangat mengesankan.

“Anda akan benar-benar terperangkap oleh kepribadian dan ambisinya. Dia mengesankan dan saya merasa sangat nyaman dengan keputusan saya ke Chelsea. Anda tidak akan menemukan banyak pemain yang berbicara buruk tentang dia,” kata Ballack di Sky Sports seperti dikutip dari Goal.

Legenda Jerman itu mengakui, setelah kepergian Mourinho, pelatih mana pun kesulitan membesut Chelsea. “Avram Grant (pengganti Mourinho) pelatih cerdas. Tetapi, dia tidak benar-benar diberi kesempatan. Sulit untuk melatih Chelsea setelah pemecetan Mourinho,” tandasnya. (amr)

STATISTIK MOURINHO

Porto (23 Januari 2002-2 Juni 2004): Persentase kemenangan: 71,7%
Chelsea (2 Juni 2004-20 September 2007): Persentase kemenangan 67,0%
Inter Milan (2 Juni 2008-28 Mei 2010): Persentase kemenangan 62,0%
Real Madrid (31 Mei 2010-1 Juni 2013): Persentase kemenangan: 71,9%
Chelsea (3 Juni 2013-17 Desember 2015): Persentase kemenangan: 58,8%
Manchester United (27 Mei 2016-18 Desember 2018): Persentase kemenangan: 58,3%
Tottenham Hotspur (20 November 2019-Sekarang): Persentase kemenangan: 42,3%

PRESTASI Porto
Liga Primeira: 2002–03, 2003–04
Taca de Portugal: 2002–03
Supertaca Candido de Oliveira: 2003
Liga Champions: 2003–04
Piala UEFA: 2002–03
Chelsea
Liga Premier: 2004–05, 2005–06, 2014–15
Piala FA: 2006-07
Piala Liga Inggris: 2004–05, 2006–07, 2014–15
 Community Shield: 2005

Inter Milan
Serie A: 2008–09, 2009–10
Coppa Italia: 2009–10
Supercoppa Italiana: 2008
Liga Champions: 2009-10

Real Madrid
La Liga: 2011–12
Copa del Rey: 2010–11
Supercopa de Espana: 2012

Manchester United
Piala Liga Inggris: 2016–17
Community Shield: 2016
Liga Europa: 2016–17
Sumber data: Wikipedia

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Amir

Comment

Loading...