Dekan FKUI: Jakarta Jadi Wuhan-nya China, Di-lock Down Saja

Jumat, 27 Maret 2020 23:30

Warga yang mewaspadai virus corona menggunakan masker wajah saat melintasi kawasan MH. Thamrin, Jakarta, Selasa (3/3). F...

FAJAR.CO.ID,JAKARTA–Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr.dr. H. Ari Fahrial Syam menuturkan, menjaga jarak aman antarorang (social distancing) dan mengunci seluruh akses masuk maupun keluar ke dan dari suatu daerah (lockdown) menjadi efektif dalam mengendalikan persebaran COVID-19 sehingga tidak bertambah banyak orang terinfeksi dan luas daerah terpapar di Tanah Air.

“Intinya mengendalikan jumlah kasus infeksi, pasien yang terinfeksi, bagaimana caranya, ya ‘social distancing’ kemudian ketat ya jangan ada lagi orang di jalanan, kan orang di jalanan di situlah proses penularan terjadi, mau bangun banyak rumah sakit juga kalau jumlah pasiennya ini melimpah ya bagaimana,” kata Ari kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.

Ari menuturkan jaga jarak aman harus dilakukan dengan tegas jika tidak ingin bertambah jumlah penderita COVID-19 di Tanah Air. Menurut dia, harus ada pengawasan untuk memastikan jaga jarak aman itu benar-benar dilakukan seluruh masyarakat.

Hingga saat ini, total penderita COVID-19 di Indonesia mencapai 1.046 kasus, sementara 46 orang sembuh dan 87 orang meninggal dunia. Kasus COVID-19 terbanyak terdapat di Provinsi DKI Jakarta dengan 598 kasus.

Jika mobilisasi atau pergerakan orang bisa ditekan, isolasi diri dilakukan, orang-orang berdiam diri di rumah dan tidak melakukan perjalanan ke luar daerah, maka penularan dan persebaran COVID-19 bisa dikendalikan.

Sumber : www.jpnn.com
Bagikan berita ini:
9
1
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar