Mau Tambah Momongan di Masa WFH, Ini Saran Dokter Kandungan

Dr Catherine Calderwood mengatakan sebagai dokter kandungan dia perlu menasihati orang-orang tentang keputusan dan rentang waktu kehamilan (Mirror)

FAJAR.CO.ID– Terlalu lama di rumah selama masa penyebaran virus Korona membuat pasangan suami istri diperingatkan untuk berpikir lagi jika mereka berencana untuk punya anak atau tambah momongan. Pasalnya, memiliki momongan lagi selama pandemi Coronavirus hanya akan memberikan tekanan ekstra dan stres pada sang ibu.

“Mengasingkan diri (physical distancing) telah membuat banyak orang kehilangan waktu”, kata Kepala Medis Skotlandia, Dokter Kandungan Catherine Calderwood, seperti dilansir dari Mirror, Jumat (27/3).

“Orang harus berpikir apakah waktu yang tepat untuk memiliki bayi?,” tambahnya.

Dr Calderwood meyakinkan perempuan hamil masih bisa mendapatkan tingkat penanganan yang sama seperti sebelum pandemi. Tetapi wabah ini diprediksi akan berlangsung selama beberapa waktu dan membuat kapasitas ruang bersalin akan penuh tekanan karena harus mendapat pengawasan ekstra.

“Sekitar 50 persen kehamilan tidak direncanakan bisa terjadi, jadi mungkin pikirkan apakah ini saat yang tepat untuk kehamilan yang tidak direncanakan,” lanjutnya.

Kenaikan jumlah kehamilan itu sebagai konsekuensi dari orang yang diperintahkan untuk tidak meninggalkan rumah mereka. Dr Calderwood mengatakan sebagai dokter kandungan dia perlu menasihati orang-orang tentang keputusan dan rentang waktu kehamilan.

“Tempat tidur ruang bersalin selalu lebih sibuk sembilan bulan setelah hari Valentine sehingga kami harus mempertimbangkan itu,” katanya.

“Intinya adalah bahwa hampir semua layanan bersalin juga menjadi pertimbangan,” jelasnya.

Disarankan tetaplah pertimbangkan bicara tentang kontrasepsi. “Wabah ini akan berlangsung selama beberapa waktu, layanan darurat, layanan bersalin jadi pertimbangan. Kami telah merencanakan untuk semua bayi yang dilahirkan untuk memiliki perawatan yang sama persis seperti yang mereka inginkan sebelum pandemi terjadi,” katanya.

Tetapi sebagian orang tidak berpikir panjang. Apakah ini waktu yang tepat untuk punya momongan atau menambah momongan.

“Apakah saya dalam kondisi kesehatan terbaik, apakah ini saat yang tepat bagi saya untuk mulai berpikir tentang memiliki bayi?,” katanya.

“Kami mendorong semua perempuan yang sedang hamil untuk maju dan semangat, melakukan pemeriksaan, dan tetap mendapatkan perawatan yang terbaik sebelum melahirkan,” jelasnya.

Rekan-rekannya di layanan bersalin dan dokter kandungan disarankan untuk mengubah klinik mereka menjadi layanan klinik virtual. Sehingga perempuan tidak perlu bepergian dan tidak harus secara tatap muka dengan dokter, tetapi asupan obat dan vitamin bagi janin tetap bisa dikonsumsi dan gizi harus terpenuhi. (jpc/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar

Comment

Loading...