Menteri Olahraga Ragu Liga Bisa Berlanjut Awal Mei

0 Komentar

Vincenzo Spadafora/Getty Images

FAJAR.CO.ID, ROMA—Menteri Olahraga Italia, Vincenzo Spadafora mengaku ragu bahwa sepakbola di negeri itu bisa dilanjutkan pada 3 Mei. Menteri Olahraga juga menegaskan bahwa Serie A harus mengikuti “evolusi” pandemi coronavirus.

“Perkiraan yang membuat kami berpikir bahwa kami dapat melanjutkan kompetisi olahraga pada akhir April atau Mei, terlalu optimis dengan evolusi darurat kesehatan,” katanya kepada Chi l’ha visto di Rai 3.

Ia juga mengatakan bahwa ketika pertandingan kembali dimulai, itu pasti akan dilakukan di balik pintu tertutup. “Tidak mungkin untuk berpikir sebaliknya, tetapi saya juga memiliki beberapa keraguan sehubungan dengan tanggal 3 Mei,” ujarnya.

Italia saat ini menjadi negara paling terdampak di seluruh dunia dengan angka kematian yang sudah jauh di atas China. “Sayangnya, darurat medis ini terus-menerus terkait dengan evolusinya. Kami harus menyesuaikan keputusan kami dengan epidemi,” jelas Spadafora di Football Italia.

Namun demikian, dia tidak memiliki pendapat tentang bagaimana FIGC memutuskan untuk menyimpulkan musim 2019-20 yang saat ini ditunda. “Pilihan akhir akan jatuh ke FIGC, tetapi kecil kemungkinannya akan dapat dilanjutkan pada awal Mei,” tambahnya.

Spadafora mengakui, situasi Italia saat ini sangat berat. “Federasi mungkin memutuskan untuk menunda pertandingan sampai akhir musim panas, saya telah membaca saran tentang Juli dan Agustus, tetapi situasinya rumit,” kata Spadafora.

Ia juga mengingatkan pentingnya terus waspada. “Bagaimanapun, seluruh dunia sepakbola telah memberi kita lebih banyak waktu untuk memahami keadaan darurat dan sekarang saya membayangkan itu akan bergerak maju dengan kehati-hatian yang diperlukan,” ujarnya.

Meski terdengar pesimis, Spadafora mengatakan olahraga apapun harus dan ingin siap untuk memulai sesegera mungkin.  Bagi menteri, olahraga akan menjadi salah satu mesin yang akan memungkinkan membangkitkan Italia kembali setelah krisis kesehatan.

“Kita harus dan kita ingin siap memulai sesegera mungkin. Untuk perannya dan untuk kepentingan sosial dan ekonomi,” kata Spadafora setelah pertemuan CONI, menurut laporan dari Calciomercato.com.

Ia tak lupa memuji kerja sama semua pihak di tengah mewabahnya corona. Menurutnya, ia menerima konfirmasi atas kolaborasi hebat yang ditunjukkan oleh semua orang di saat yang sangat sulit ini.

“Dan saya meminta CONI untuk mengumpulkan permintaan, saran, dan proposal dalam beberapa hari mendatang. Segera, saya akan membahas dengan semua perwakilan olahraga akar rumput, seperti yang saya lakukan sejak awal mandat saya dan keadaan darurat ini,” tandasnya.

Sementara itu, Presiden Torino, Urbino Cairo menegaskan bahwa Serie A yang melampaui 30 Juni berisiko menjadi masalah. Makanya, ia bersikeras bahwa dirinya ingin mengakhiri musim ini. Torino saat ini berjuang untuk bertahan di divisi teratas setelah terpuruk di urutan 15 di Liga.

Cairo menegaskan, penghentian Serie A untuk menghindari kerusakan masa depan. “Saya memiliki kemauan untuk menyelamatkan kejuaraan dan piala, tetapi melampaui 30 Juni risiko menjadi masalah, Anda akan mempengaruhi musim mendatang,” katanya kepada Sky Sport Italia.

Bagi Cairo, mereka benar-benar akan mengambil risiko jika memaksakan liga ini diselesaikan. “Berkompromi bukan hanya satu, tetapi dua musim. Agustus adalah bulan di mana para pemain perlu istirahat dan dengan satu bulan untuk persiapan, Anda harus mulai pada bulan Oktober,” tegasnya.

Ia menjelaskan, sekarang ini situasi sudah sangat berbahaya. Apalagi, pakar mengatakan Eropa sejauh ini belum berada di puncak pandemi COVID-19. “Sekarang, ini adalah penularan internasional yang berisiko sangat berbahaya,” jelasnya mengingatkan.

“Kami bahkan tidak tahu kapan puncak akan datang. Kami tidak bisa bermain dengan mempertaruhkan risiko kesehatan orang-orang di sekitar. Menutup semuanya pada 30 Juni akan berarti untuk kembali berlatih dalam waktu 20 hari, yang sepertinya sulit bagi saya,” ujarnya.

Saat ini menurut dia mereka harus berani berkorban. “Kita harus menemukan titik rujukan agar pengorbanan dibagi di antara semua. Jika Cina mengumumkan karantina pada awal Januari dan akan selesai pada awal April, maka karantina akan berlangsung setidaknya sampai akhir Mei,” lanjutnya.

FIGC dilaporkan akan bertemu dengan pemerintah untuk menyerahkan proposal mengenai langkah-langkah untuk menyelamatkan sepak bola dari krisis keuangan. Dan Cairo menyoroti hilangnya pendapatan yang tak terhindarkan.

Cairo menegaskan, utang akan ada dan sudah ada sebelumnya. Terpenting kata dia mereka fokus melewati situasi yang sama sekali tidak terduga ini. “Utang itu akan menjadi fakta yang tidak bisa disangkal, tetapi kita menghadapi masalah global, yang melibatkan semua orang dan hari ini kita harus memahami apa yang memungkinkan kita untuk melakukannya. Masalahnya adalah mencoba untuk menyelesaikan situasi yang benar-benar tak terduga dan tidak pernah terlihat sebelumnya,” ujarnya. (amr)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...