Opsi Lockdown Terus Digaungkan, Ma’ruf Amin: Kita Tidak Akan Menerapkan

Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Terus meningkatnya jumlah orang yang positif terinfeksi virus Corona (COVID-19), opsi lockdown terus digaungkan legislatif. Hanya saja, sejumlah persiapan dan pembahasan perlu dilakukan sebelum opsi tersebut diambil.

Anggota Komisi III DPR RI Masinton Pasaribu menyarankan, tidak ada salahnya pemerintah membahas dan mempersiapkan opsi tersebut sebagai alternatif terakhir. Khususnya untuk wilayah DKI Jakarta. Ini setelah melihat perkembangan penyebaran COVID-19 yang terus meningkat.

“Dengan peningkatan jumlah kasus yang terkena COVID-19 di wilayah DKI Jakarta, dapat dikatakan bahwa pusat penyebaran terbesar atau episenter virus tersebut di Indonesia adanya di DKI Jakarta,” tegas Masinton di Jakarta, Kamis (26/3).

Hingga kemarin, jumlah orang yang positif mencapai 893 dengan angka kematian 78 orang. Jumlah terbesar pasien positif COVID-19 ada di DKI Jakarta dengan jumlah 495 orang. Masinton menjelaskan, melihat perkembangan situasi tersebut, pemerintah pusat dan pemerintah daerah DKI Jakarta harus duduk bersama mengambil langkah-langkah konkret meminimalisir penyebaran COVID-19 di wilayah DKI Jakarta. “Melihat penerapan opsi lockdown di berbagai negara ternyata efektif meminimalisir penyebaran COVID-19,” tukasnya.

Menurutnya, meskipun lockdown bukan cara tunggal dalam melawan pandemi COVID-19, namun untuk saat ini opsi tersebut masih merupakan pilihan efektif yang dilakukan berbagai negara untuk meminimalisir penyebaran COVID-19.

Ia mencontohkan negara tetangga Malaysia telah mengumumkan perpanjangan masa lockdown hingga 14 April mendatang. Hal itu diambil setelah mencatatkan kasus infeksi COVID-19 tertinggi di Asia Tenggara yaitu 1.796 kasus. “Jangan ada egoisme kebijakan antara pemerintah pusat maupun pemerintah daerah DKI Jakarta. Keselamatan dan kesehatan rakyat adalah yang utama,” paparnya.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar