Relawan COVID-19, Negara Butuh 1.500 Dokter dan 2.500 Perawat

Jumat, 27 Maret 2020 11:12

Foto : Iwan tri wahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pasien virus Corona (COVID-19) di Indonesia, terus meningkat. Hingga Kamis (26/3) jumlahnya 893 kasus. Sedangkan yang meninggal 79 orang. Dari jumlah tersebut terbanyak dari DKI Jakarta. Jumlahnya mencapai 495 kasus dengan 47 orang meninggal dunia. Skenario terburuk kasus positif Corona bisa mencapai 8.000 orang.

“Karena itu, perlu kami sampaikan latar belakang didirikannya rumah sakit darurat COVID-19 di Wisma Atlet, Kemayoran Jakarta. Ini adalah antisipasi pemerintah apabila penyebaran virus tidak bisa dibendung. Tentu, banyak orang akan terpapar oleh virus ini. Sementara apabila hanya mengandalkan rumah sakit yang ada, jelas tidak mungkin,” kata Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Kamis (26/3).

Wisma Atlet, lanjut Eko, disiapkan untuk menampung pasien jika penyebaran virus Corona terus bertambah hingga mencapai ribuan pasien. “Dari hasil simulasi Forkompimda DKI, karena Jakarta paling banyak terpapar virus ini, skenario terburuknya adalah jumlahnya bisa mencapai 6.000 sampai 8.000 orang positif COVID-19,” papar mantan Danjen Kopassus ini.

Karena itu, pemerintah bertindak cepat dengan mengubah Wisma Atlet menjadi rumah sakit darurat Corona. Semua elemen dilibatkan dalam pendirian rumah sakit tersebut. Yakni gabungan instansi Kemenkes, Kementerian PUPR, Kementerian BUMN, TNI, Polri, dan relawan. “Kalau skenario bertambah buruk, bisa gunakan tower empat dan lima,” imbuhnya.

Bagikan berita ini:
8
10
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar