Alasan Pria Ini Ingin Rebut Tanah Bersertifikat Berujung Aksi Main Parang

Sabtu, 28 Maret 2020 20:32

ILUSTRASI. Pemarangan

FAJAR.CO.ID, SUNGGUMINASA – Kasus sengketa tanah berujung pemarangan di Kabupaten Gowa, masih didalami oleh polisi.

Dalam keterangannya, ST ingin merebut tanah yang sudah bersertifikat atas nama orang tua Asdar.

Pelaku ST merasa punya hak kepemilikan atas lahan tanah tersebut, yang terletak di Dusun Tamalalang, Desa Lempangan, Kecamatan Bajeng.

“Alasan ST ingin merebut tanah milik orang tua si Asdar, itu kami masih lakukan penyelidikan. Intinya pelaku ST telah kami amankan,” kata Kasi Humas Polsek Bajeng, Aiptu Muh Darwis kepada Fajar.co.id di ruangannya, Sabtu (28/3/2020).

Aksi pemarangan itu terjadi pada sekitar pukul 11.30 Wita tadi. Pelaku ST awalnya melihat tanah yang sengketa itu dipasangi pagar.

Pria 70 tahun itu pun marah dan bertanya dengan cara berteriak kepada Asdar, yang berada di dekat dengan lahan itu. Dia marah dan bertanya, mengapa tanah itu dibuatkan pagar.

Baca Juga: Sengketa Tanah Berujung Aksi Pemarangan, Begini Kronologisnya

“ST dan Asdar sudah sempat dimediasi soal sengketa tanah itu. Namun tidak berhasil,” tambah Darwis.

Pada saat itu juga, ST yang sudah terlanjur emosi langsung mencabut sebilah parang miliknya, yang ia selipkan dari pinggangnya.

Asdar pun tak tinggal diam dan berusaha melawan untuk mempertahankan tanahnya tersebut. Keduanya pun terlibat perkelahian.

Bagikan berita ini:
2
10
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar