Alihkan Anggaran untuk Covid-19, 25 Ribu Rapid Test Bakal Hadir di Makassar

Kantor DPRD Makassar.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- DPRD Kota Makassar berencana merevisi jumlah anggaran tanggap darurat Covid-19. Baik legislatif maupun eksekutif Makassar telah sepakat terkait penambahan anggaran tersebut dengan mengurangi biaya yang tidak mendesak di setiap SKPD, kemudian disatukan untuk biaya tanggap darurat penanganan Covid-19.

Kebijakan tersebut disepakati dalam meeting virtual yang digelar DPRD bersama Pemkot Makassar, Jumat malam (27/3/2020). Rapat online melalui aplikasi zoom ini dihadiri Ketua DPRD Rudianto Lallo, Wakil Ketua Andi Syuhada Sappaile, Wakil Ketua Andi Nurhaldin Nurdin Halid, Ketua Komisi D Abdul Wahab Tahir, Fatmawaty Wahyuddin, Sahruddin Said, Yeni Rahman, Budi Hastuti, Al Hidayat Samsu, dan anggota komisi D lainnya.

Sementara dari unsur pemkot dihadiri Sekda Muh Ansar, Kadis Sosial Mukhtar Tahir, Kepala BPBD Muh Rusli, Kadis Kesehatan Naisyah Tun Azikin, dan Kadis Pemadam Kebakaran.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Muh Ansar mengaku belanja tak terduga yang tersedia di sekretariat daerah sebesar Rp30 miliar. Sementara kebutuhan anggaran di setiap SKPD terungkap melebihi dari anggaran yang tersedia.

Dinas Kesehatan membutuhkan Rp26 miliar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah butuh Rp4 miliar, Dinas Sosial memperkirakan akan menelan biaya Rp13 miliar sedang Dinas Pemadam Kebakaran butuh Rp87 juta.

Dinas Kesehatan akan fokus belanja 25 ribu rapid test, APD untuk seluruh tenaga medis di seluruh puskesmas dan rumah sakit, alat pengukur suhu, dan 1 juta masker untuk dibagikan ke warga Makassar yang membutuhkan.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam

Comment

Loading...