“Apakah Saya Akan Mati, Mummy?” Kisah Sedih Bocah yang Positif Corona

Foto: Lauren Fulbrook

FAJAR.CO.ID, WORCESTERSHIRE—Begitu banyak kisah sedih yang ditimbulkan wabah virus corona yang menyebar di seluruh dunia. Hanya dalam beberapa hari, belasan ribu orang kehilangan orang tercintanya. Sebagian lainnya merasakan pedih yang begitu mendalam akibat menyaksikan sosok yang mereka cintai terbaring lemas di ruang isolasi.

Seorang ibu bernama Lauren Fulbrook dari Worcestershire salah satu dari banyak orang yang mengalami nasib itu. Putranya yang baru berusia lima tahun dan terlihat sangat sehat terpapar virus mematikan ini. Wanita berusia 30 tahun itu mengatakan, suhu tubuh Alfie putranya mendadak naik lebih dari 42C. Selain itu Alfie juga berhalusinasi dan muntah-muntah.

Lauren muncul di Facebook untuk memperingatkan orang tua bahwa anak-anak juga rawan tertular Covid-19 dan efeknya bisa membuat sang buah hati sangat menderita. Alfie yang dirawat di rumah sakit berbaring tak berdaya di ranjang rumah sakit bahkan sampai bertanya, “Mummy, apakah aku akan mati?”

Postingan Lauren di Facebook sudah dibagikan lebih dari 51.000 kali. Ia mengatakan, virus corona BUKAN lelucon. Menurutnya, risiko yang harus ditanggung akibat meremehkan COVID-19 sangat besar.

Ia mengingatkan bagi mereka yang masih suka keluar rumah bahwa risikonya bukan hanya untuk diri sendiri, namun semua orang di sekitarnya. Sebagai ibu rumah tangga, ia mengaku sudah telah melihat efeknya secara langsung setelah Alfie terpapar.

Sang ibu menceritakan bahwa putranya sehari-hari terlihat seperti memiliki semua energi yang ada di dunia ini. Tapi, setelah dinyatakan positif, ia tidak bergerak, tidak makan, jarang minum atau buang air kecil.

“Saya menyaksikannya berhalusinasi dan menangis karena sakit kepala, dibawa ke rumah sakit dengan ambulans untuk dimasukkan ke dalam ruang isolasi dan dikonfirmasi positif,” tutur Lauren dikutip dari Metro.

Bagi Lauren, apa yang dialaminya itu adalah pengalaman terburuk dalam hidupnya. Dan Lauren yang mengaku Alfie pertama kali mulai menunjukkan gejala pada hari Senin 16 Maret berpesan kepada semua orang agar mematuhi anjuran pemerintah untuk tinggal di rumah selama krisis global ini. “Jadi tolong, tinggallah sebentar saja,” ujarnya.

Menurut Lauren, jika setiap orang melakukan social distancing, wabah ini akan semakin cepat berakhir. “Saya tidak memposting ini untuk perhatian atau simpati. Saya hanya ingin orang-orang tetap aman. Tolong pikirkan kesehatan Anda dan orang lain,” kata Lauren.

Sang ibu merinci bagaimana kondisi Alfie memburuk setelah dia mengikuti pelajaran renang minggu lalu. Suhunya tiba-tiba melonjak menjadi 38,4 pada Selasa. Alfie terus mengatakan bahwa dia baik-baik saja. Tetapi pada hari Kamis suhunya mencapai 42,3.

Karena khawatir, Lauren meminta pertolongan. Hanya saja, rumah sakit sangat sibuk. Alfie tidak bisa dirawat. Malam itu dia muntah, berhalusinasi, menangis, memegangi kepalanya dan mengatakan rasanya akan meledak dan matanya sakit. Ia pun akhirnya dilarikan ke RS.

Setelah tiba di rumah sakit Worcester, Lauren mengatakan mereka diberi masker untuk dipakai dan dilarikan ke ruang isolasi tempat Alfie diuji Covid-19. Dia menggambarkan rumah sakit sebagai “kota hantu” dan mengatakan bahwa staf medis mengenakan alat pelindung dan masker setiap saat.

Beruntung Alfie tidak harus tinggal sendiri di ruangan itu. Lauren yang juga menderita batuk diizinkan tinggal di sisi Alfie setelah paramedis dan seorang perawat memberi mereka tempat tidur di unit isolasi. Setelah dirawat hingga Jumat malam, Lauren mengatakan rumah sakit mengizinkan mereka untuk pulang dengan pembatasan isolasi yang ketat.

Pasca postinganya viral, Lauren mengatakan: “Saya hanya ingin orang menganggapnya serius, berhenti bertindak seperti tidak ada apa-apa dan mereka tidak akan terpengaruh. Mereka mungkin tidak, tetapi mereka bisa menularkannya kepada orang lain.”

“Itu benar-benar salah satu pengalaman terburuk dalam hidupku, mendengar putraku bertanya apakah dia akan mati dan melihat kepanikan dan kesedihan di matanya membuatku sedih,” ujar Lauren yang berterima kasih kepada mereka yang telah membantu keluarganya setelah mereka pulang dari rumah sakit. (amr)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Amir

Comment

Loading...