Dikeroyok 10 Preman, Dosen Unsulbar Sebut Ada Oknum Polisi Terlibat

Para pelaku pengeroyokan saat ditangkap polisi.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Penganiayaan secara berkelompok oleh 10 preman terhadap seorang dosen dari kampus Unsulbar, ditemukan ada fakta terbaru dari kasus itu.

Meski 10 preman itu telah ditangkap oleh petugas dari Unit Jatanras Polrestabes Makassar. Korban yang bernama Andi Baso Faisal mengaku belum belum puas.

Keluarga korban, Andi Aso mengatakan, dari 10 preman yang mengeroyok, satu di antaranya adalah salah seorang oknum aparat kepolisian.

“Iya ada oknum anggota polisi yang terlibat. Oknum itu yang membekingi preman itu, mengeroyok keluarga kami, di TKP (jalan Hertasning) tempat mereka minum miras, narkoba, hingga karaoke sampai subuh,” kata Andi Aso kepada Fajar.co.id saat dikonfirmasi, Sabtu (28/3/2020).

Oknum polisi itu ikut menganiaya fisik Andi Baso hingga mengalami memar di tubuh korban. Dia menyebut, oknum polisi itu berinisial D.

Saat melapor kejadian itu ke Polrestabes Makassar, pihaknya sempat menanyakan soal oknum polisi itu kepada Propam. Dari sana, Andi Aso mengetahui bahwa oknum polisi itu memang dalam pengawasan.

“Polisi yang bilang di sana, oknum ini sudah dalam pengawasan Propam. Lalu dia (oknum polisi) membuat masalah lagi,” tambah Aso dengan nada suara santai.

Kasus yang menimpa keluarganya itu, yang juga seorang dosen di kampus Unsulbar akan terus ia kawal hingga identitas lengkap semua preman itu terungkap. Termasuk oknum polisi berinisial D, yang ia sebutkan tadi.

Komentar

Loading...