Dua Pasien Karantina Kabur

Kasatgas Penanggulangan Covid-19 Bali Dewa Made Indra (Humas Pemprov Bali)

FAJAR.CO.ID,BALI– Balai Diklat Biaung milik Pemprov Bali geger. Pemicunya, ada dua orang yang dikarantina setelah tiba di Bali melalui Bandara Ngurah Rai, mendadak kabur.

Kondisi ini jelas saja sangat membahayakan karena mereka berpotensi menyebarkan penyakit ke warga yang lain.

Karena itu, Satgas Pengendalian Covid-19 Dewa Made Indra memerintahkan apparat TNI/Polri untuk menjemput dua pasien karantina itu.

“Kita sudah perintahkan untuk dijemput paksa,” ujar Dewa Made Indra. Sekali lagi, Sekdaprov Bali ini mengingatkan, siapapun yang menolak dikarantina atau melawan saat dikarantina, harus berhadapan dengan TNI/Polri.

Sebelumnya beredar luas di media sosial, pasien karantina memprotes fasilitas di Balai Diklat, tempat karantina.

“Mohon pihak terkait membantu kami disini…biar kami ada kejelasan…dari bandara ngurah rai kami diarahkan ke Biaung…untuk diperiksa…padahal di bandara kami sudah diperiksa…

tapi sampai di karantina…tidak ada petugas yang memeriksa kami…hanya ada petugas yg menerima kedatangan kami untuk beristirahat disini…

tapi setelah kami cek kamar tidur, kamar mandi, semuanya tidak layak dan tidak sesuai standar kesehatan (kotor)…mohon bantu kami…

bukannya kami takut dikarantina…tapi kami ingin tempat yang layak…agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar si pasien yang viral di media sosial.

Terkait masalah ini, Kasatgas Dewa Made Indra meminta pasien karantina tidak membandingkan Balai Diklat tempat karantina dengan hotel.

Komentar

Loading...