Dunia Kehabisan Kondom Akibat Virus Corona, Pabrik Terbesar di Malaysia Tutup

ilutrasi kondom. (Foto: Net)

FAJAR.CO.ID, LONDON—Kabar buruk bagi pengguna kondom di seluruh dunia. Akibat wabah virus corona, pabrik kondom yang selama ini menyuplai kebutuhan di seluruh dunia harus menghentikan operasi.

Selama seminggu terakhir, produsen kondom terbesar di dunia yang ada di Malaysia, Karex Bhd dipaksa menutup tokonya. Karex Bhd yang membuat satu dari setiap lima kondom yang digunakan di seluruh dunia sudah tidak beroperasi lagi.

Tidak ada satu kondom pun yang diproduksi oleh tiga pabrik perusahaan tersebut. Dengan COVID-19 menyebar dengan kecepatan tinggi, dan Malaysia menderita yang terburuk di Asia Tenggara dengan 2.161 infeksi dan 26 kematian sejauh ini, pemerintah, seperti halnya Inggris, memutuskan untuk memberlakukan lockdown.

Meskipun Anda mungkin masih dapat menemukan paket kondom di apotek atau supermarket lokal di sekitar tempat tinggal Anda, ada kemungkinan ini akan segera berubah karena sudah ada kekurangan 100 juta kondom di dunia.

Untuk mengatasi hal ini, Karex Bhd kabarnya telah diberi izin oleh pihak berwenang untuk sekali lagi memproduksi kondom pada hari Jumat kemarin. Tetapi dalam skala yang lebih kecil dengan setengah dari tenaga kerjanya yang biasa yang akan bekerja.

Meskipun ini adalah langkah positif, tapi kondom masih akan tetap tersedia dalam jumlah sedikit. Tidak hanya untuk individu, namun juga yang dipasok ke ‘program kemanusiaan’. Ini juga diprediksi akan terpengaruh selama beberapa bulan mendatang.

“Dibutuhkan waktu untuk memulai operasional pabrik dan kami akan berjuang untuk memenuhi permintaan dengan kapasitas setengahnya,” kata kepala eksekutif Goh Miah Kiat kepada Reuters dikutip dari Metro Sabtu, 28 Maret hari ini.

“Kita akan melihat kekurangan global kondom di mana-mana, yang akan menakutkan. Kekhawatiran saya adalah bahwa untuk banyak program kemanusiaan di Afrika, kekurangannya bukan hanya dua minggu atau sebulan. Kekurangan itu dapat berlangsung berbulan-bulan,” lanjutnya.

Khusus di Inggris, Lockdown akan berlangsung hingga 14 April. Kemungkinan diperpanjang jika situasi coronavirus meningkat di negara ini sangat terbuka. Yang membuat keadaan menjadi lebih buruk, Cina yang juga merupakan produsen utama kondom juga sudah menutup pabriknya. Dan India serta Thailand bisa menjadi yang berikutnya. (amr)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Amir

Comment

Loading...