Edukasi Larangan Mudik, Tomas dan Toga Diminta Terlibat

Ketua Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel, Mayjen TNI Andi Sumangerukka saat vicon. (Foto: Mirsan/fajar.co.id)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak mudik atau pulang kampung selama masa pandemi virus corona (Covid-19). Terutama saat mudik lebaran mendatang.

Untuk memberikan sosialisasi ke masyarakat, Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 meminta keterlibatan Tokoh Masyarakat (Tomas) dan Tokoh Agama (Toga) untuk memberikan edukasi.

“Kita libatkan tokoh masyarakat dan agama untuk menghimbau warga jangan mudik. Saya yakin masyarakat juga akan menjaga kesehatan masing-masing,” kata Ketua Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel, Mayjen TNI Andi Sumangerukka saat video conference (vicon), Sabtu (28/3/2020).

Menurutnya mudik sudah menjadi budaya dan tradisi umat Islam di Indonesia. Karena itu, untuk melarang warga mudik tak perlu melibatkan aparat. Cukup melalui edukasi agar mereka bisa menahan diri tak mudik.

Tak hanya persoalan mudik, Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel juga mewanti-wanti kedatangan TKI dari Malaysia. Sejauh ini, sudah ada data sekitar 772 orang yang akan dipulangkan dari luar negeri.

“Belum pasti berapa jumlah yang pulang, memang ada beberapa yang dari Sulsel. Kita kerja sama dengan imigrasi untuk mendeteksi keberadaan mereka, apalagi ada yang tidak resmi,” pungkasnya. (Mirsan)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam

Comment

Loading...