Kasihan… Dosen yang Dikeroyok 10 Preman Ternyata Belum Pulih

Sabtu, 28 Maret 2020 20:39

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Malang nasib dosen dari kampus Unsulbar ini. Namanya Andi Baso Faisal.

Setelah dikeroyok 10 preman di Jalan Hertasning, Kota Makassar, pada 11 Maret 2020 lalu, dia belum mampu menjalankan aktivitasnya sebagai dosen.

Luka lebam pada beberapa bagian tubuhnya hingga kini masih ia rasakan sakitnya. Keluarga korban, Andi Aso, menceritakan kondisi terkini keluarganya itu.

“Sekarang dia (Andi Baso) lagi pemulihan. Leher di bagian belakangnya itu rutin selalu saya urut. Karena dia kan dikeroyok 10 preman,” kata Andi Aso kepada Fajar.co.id, Sabtu (28/3/2020).

Korban Andi Baso Faisal saat ini masih berada di Kota Makassar, tempat dia berdomisili dan belum bisa kembali ke kampusnya untuk mengajar.

Diduga, pengeroyokan itu dipicu akibat masalah Andi Baso Faisal terlibat sengketa tanah dengan Sahabuddin Daeng Sijaya.

Apalagi, lanjut Andi Aso, dari 10 preman itu, satu di antaranya adalah seorang oknum anggota kepolisian yang ikut mengeroyok korban.

Menurutnya, oknum polisi berinisial D itu adalah yang melindungi dan menjamin keamanan preman-preman di sana, tepatnya di salah satu lokasi jalan Hertasning, Kota Makassar.

“Iya ada oknum anggota polisi yang terlibat. Oknum itu yang membekingi preman itu, mengeroyok keluarga kami, di TKP (jalan Hertasning) tempat mereka minum miras, narkoba, hingga karaoke sampai subuh,” lanjut Andi Aso.

Bagikan berita ini:
10
7
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar