Masuk Zona Merah Covid-19, Warga Bersitegang Bubarkan Pengajian

Sabtu, 28 Maret 2020 20:01

Kapolres AKBP Kusworo Wibowo berdialog dengan Nur Muhammad untuk meminta pembatalan rencana doa bersama di Yayasan Pondo...

FAJAR.CO.ID, GRESIK — Kabupaten Gresik sudah masuk zona merah, menyusul Kota Surabaya dan Sidoarjo. Satu warga positif Covid-19 dan seorang pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal dunia. Gugus Tugas Covid-19 Gresik dan warga di banyak tempat semakin masif melaksanakan gerakan-gerakan pencegahan. Di antaranya, menyerukan untuk tidak mengadakan kegiatan yang mendatangkan banyak orang.

Namun, ternyata masih ada yang belum mengindahkan kebijakan tersebut. Kamis malam (26/3) ketegangan terjadi di kawasan RT 3, RW 7, Kelurahan Sidomoro, Kecamatan Kebomas. Selepas isya, ratusan jamaah mendatangi Yayasan Pondok Pesantren Nur Muhammad yang berlokasi di Jalan Proklamasi. Kabarnya, mereka hendak menggelar doa dan zikir bersama.

Tentu saja aktivitas tersebut membuat warga sekitar resah. Maklum, kondisi psikologis masyarakat sedang dilanda kecemasan setelah Gresik menyusul sebagai zona merah. Apalagi, pemerintah pun sudah mewanti-wanti untuk menghindari kerumunan. ”Jamaahnya banyak dari luar kota. Seperti dari Malang dan Surabaya yang sudah lebih dulu sebagai zona merah virus korona,” ujar sejumlah warga.

Selama ini, tidak ada masalah terkait dengan aktivitas jamaah di tempat tersebut. Kegiatan itu rutin dilaksanakan sebulan sekali.

Namun, karena saat ini prihatin dengan dampak pandemi virus korona, masyarakat sekitar menjadi resah. ”Sempat diajak komunikasi dengan pihak RT/RW setempat. Namun, tetap saja aktivitas dilaksanakan,” tambah warga lain.

Bagikan berita ini:
2
9
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar