WFH, Telkom Dorong Tandatangan Digital

Sabtu, 28 Maret 2020 11:32

Direktur Strategic Portfolio Telkom, Achmad Sugiarto

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Penyebaran infeksi Coronavirus Desease of 2019 (Covid-19) di Indonesia membuat banyak perusahaan dan instansi pemerintahan mengikuti protokol bekerja dari rumah atau Work From Home. Namun ternyata, WFH tidak semudah yang dibayangkan. Masalahnya ada pada tradisi penandatanganan dokumen yang masih konvensional.

Direktur Strategic Portfolio Telkom, Achmad Sugiarto menjelaskan, tidak mudah bagi banyak perusahaan atau pemerintahan menjalankan WFH jika masih terbiasa menerapkan tandatangan basah pada dokumen.

“Jutaan transaksi bisnis berpotensi terhambat dalam beberapa bulan ke depan karena menunggu dokumen untuk dicetak, diantar oleh kurir, dan ditandatangani,” jelas Anto, sapaan akrabnya saat dihubungi Fajar, Sabtu, 28 Maret.

Dia mengingatkan, tidak sedikit perusahaan yang terpaksa harus melakukan renegosiasi kontrak dengan vendornya, bahkan langsung menghentikan semua pembayaran. Padahal di era industri digital 4.0, sudah ada tandatangan elektronik yang secara hukum sah.

“Sekarang kan sudah tandatangan elektronik yang kekuatan hukum dan akibat hukumnya sah, setara dengan tanda tangan basah jika memenuhi persyaratan pada Pasal 11 Undang-Undang ITE,” kuncinya.

Dalam hal tandatangan elektronik ini, Telkom telah menyiapkan solusinya. Melalui Telkom MDI Ventures, startup binaannya PrivyID sudah menjadi penyelenggara tanda tangan digital pertama yang tersertifikasi oleh Kementerian Kominfo RI. Aplikasi ini juga terdaftar dan diawasi oleh Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan sebagai penunjang kegiatan Fintech.

Menurut Anto, aplikasi tandatangan elektronik buatan Telkom sudah digunakan oleh 305 perusahaan dan organisasi. Penandatangan dokumen dengan aplikasi dapat dilakukan di website, Android, dan iOS. Setiap dokumen dapat ditandatangani oleh hingga 100 orang dengan urutan serial atau paralel.

“Keamanan dokumen terjamin, karena data center berada di Data Center Telkom dan telah mendapatkan sertifikasi Manajemen Keamanan Sistem Informasi ISO 27001,” tandasnya. (aha)

Bagikan berita ini:
4
1
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar