“Kamu hanya Ingin Menangis”, Presiden Atalanta: Jangan Menyerah Bergamo!

Ilustrasi/fajar

FAJAR.CO.ID, BERGAMO—Presiden Atalanta, Antonio Percassi mengatakan bahwa Bergamo sedang mengalami tragedi luar biasa karena wabah koronavirus. Namun, ia menegaskan bahwa Kota Bergamo tidak boleh menyerah.

“Saya mengalami situasi ini dengan sangat buruk, ini adalah tragedi yang luar biasa. Kami menghadapi bom kesehatan yang nyata, musuh yang transparan, itu menjadi perang dunia. Gambar-gambar truk Militer yang berjejer di depan pemakaman di Bergamo akan tetap abadi di hati kita,” katanya kepada RTL 102.5.

Ia mengatakan, orang-orang Bergamo harus terus maju dan tidak pernah menyerah. “Kita, sebagai manusia, terbiasa bertarung dan tidak pernah menyerah. Bergamo tidak boleh menyerah. Orang-orang Bergamo agak tertutup tetapi orang yang sangat dermawan dan terbiasa bertarung tanpa pernah menyerah, bahkan jika itu adalah sesuatu yang belum pernah dilihat atau terjadi sebelumnya,” tegasnya.

Secara khusus, ia memberikan penghormatan tinggi kepada tim medis. “Saya ingin, bahkan atas nama klub, memberikan pelukan kepada semua orang yang menderita dan untuk mengucapkan terima kasih banyak kepada semua dokter dan operator di setiap sektor yang melakukan pekerjaan luar biasa,” ujarnya.

Menurutnya, ia pernah berkunjung ke rumah sakit dan melihat pemandangan yang benar-benar mengerikan. “Aku pernah ke rumah sakit dan ketika kamu di sana, itu seperti mimpi buruk, kamu hanya ingin menangis. Untungnya, orang-orang ini ada, mereka yang bekerja dengan keajaiban,” kata Percassi.

Bek Italia yang bermain untuk klub Inggris, West Ham United, Angelo Ogbonna sementara itu mengirim pesan khusus kepada orang-orang Italia termasuk para dokter dan perawat. “Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para dokter di Italia yang merawat orang-orang, orang sakit, orang yang terinfeksi, mereka yang mengambil risiko setiap hari,” katanya di Tuttomercatoweb.

Menurutnya, meski di Inggris, pikirannya terus menerus ada di Italia. “Keluarga saya ada di Cassino, situasinya sulit di mana-mana, juga di sana. Partner saya ada di Turin, tempat kami hampir selalu tinggal setiap kali kembali. Mereka terkunci, seperti di film,” ujarnya. (amr)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Amir

Comment

Loading...