Satu Warga Majene Dinyatakan Positif Covid-19

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, MAJENE — Seorang santri warga Majene yang baru pulang dari Bogor dinyatakan positif terinfeksi virus corona atau Covid-19. Pasien ini merupakan yang pertama positif Covid-19 di Sulawasi Barat.

Kepala Dinas Kesehatan Majene, dr Rahmat Malik memastikan santri tersebut positif Covid-19 setelah hasil tes dari RS Unhas keluar. “Ini sudah valid. Sudah ada penyampaian dari RS Unhas, secara otentik kami belum terima suratnya. Tetapi saya sudah kontak dengan direktur RS Unhas,” katanya, Minggu, 29 Maret.

Kronologisnya, kata dia, pada waktu dari Bogor pasien menjalani screaning di bandara. Saat itu suhunya 38,5 derajat, kemudian dibawa ke RS Unhas. Saat dirawat di RS Unhas, kata Rahmat, kondisi pasien membaik sehingga dizinkan pulang oleh dokter.

Namun dalam perjalan pulang ke Majene, hasil tes swap pasien keluar dan dinyatakan positif Covid-19. “Dalam perjalanan ke Majene, ternyata keluar hasil di Makassar positif dari RS Unhas. Tiba di rumahnya tadi malam (Sabtu malam, 28 Maret),” katanya.

Mendapat informasi ini, diapun langsung berkordinasi dengan direktur RS Unhas. Dan dipastikan pasien tersebut postif Covid-19. Rahmat juga sudah menurunkan tim medis ke rumah pasien.

“Kita tindaklanjuti, tim turun edukasi tadi malam. Jangan kemana-mana jangan kontak dengan orang dulu, isolasi diri semua,” ujarnya.

Rencananya, pasien akan dirujuk ke rumah sakit untuk dirawat di ruang isolasi. Namun, pihaknya masih terkendala Alat Pelindung Diri (APD). Pihaknya akan ke rumah pasien dengan APD lengkap. Kemudian dirujuk, lalu rumahnya disemprot desinfektan.

“Kita menunggu APD sama Rapid Test dari provinsi. Yang bersangkutan positif ini harus dirujuk ke rumah sakit rujukan. Apakah di RS Parepare, Makassar atau RSUD Regional Sulbar. Protokolnya harus tiga kali periksa swap terkonfirmasi. Jadi harus kita rujuk sebentar,” katanya.

Sedangkan yang kontak dengan pasien, kata dia, sedang ditelusuri. Apalagi pasien diketahui dijemput di Makassar oleh bapak, ibun, dan tantenya. Jadi semua yang kontak dengan pasien akan diperiksa dengan rapid test dari Mamuju hari inu, Minggu, 29 maret. “Untuk sementara Harus isolasi diri dulu, kita perlakukan sebagai ODP. Selama 14 hari,” katanya. (rul)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam

Comment

Loading...