Ultimatum IDI, Jazuli Juwaini: Kami Yakin Tak Ada Niat Dokter Lari dari Medan Juang Kemanusiaan

Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini meminta pemerintah serius menanggapi ultimatum surat terbuka Pengurus Besar Persatuan Dokter Indonesia (PB IDI). (istimewa)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini meminta pemerintah serius menanggapi ultimatum surat terbuka Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI). Surat yang ditulis bersama organisasi profesi kesehatan lainnya itu meminta jaminan pemenuhan APD bagi dokter dan tenaga medis yang menangani Covid-19.

Jika tidak ada jaminan dari pemerintah, IDI mengimbau anggotanya untuk tidak terlibat perawatan pasien Covid-19. Surat ini menangkap kegelisahan dan realitas kondisi APD tenaga medis di berbagai rumah sakit.

“Kami sedih dan prihatin membaca surat organisasi profesi medis tersebut. Kami yakin tidak niat sedikitpun dari para dokter dan tenaga medis untuk lari dari medan juang kemanusiaan,” ujar jazuli dalam keterangan tertulisnya pada Jawapos.com (grup fajar.co.id).

Menurut Jazuli permintaan dan harapan tenaga medis untuk mendapat APD yang mencukupi sangat rasional dan manusiawi.

“Mereka pahlawan bagi kita semua, taruhannya nyawa jika mereka tidak terlindungi yang berdampak pula pada keberlangsungan perawatan pasien Covid-19,” ungkap Jazuli.

Karena itu, Jazuli mendesak pemerintah harus merespon super serius tuntutan tersebut dengan langkah-langkah terukur dan terkoordinasi. Kalkulasi kebutuhan APD tenaga medis dengan cepat dan tepat, terapkan SOP dan protokol distribusi penyediaan APD yang ketat agar tidak ada RS yang sampai kehabisan stok.

Tuntutan IDI harus jadi perhatian karena puluhan tenaga medis positif Covid-19 dan 10 diantaranya meninggal dunia. Tidak sedikit pula pekerja rumah sakit yang akhirnya memilih mundur dari pekerjaan demi mengamankan diri seperti yang terjadi di RSUD Banten.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar

Comment

Loading...