Dokter ‘Kemanusiaan’

Prof Idrus Paturusi bersama istri Shanty Andi Beso--dok pribadi

Oleh: Aidir Amin Daud

FAJAR.CO.ID---Prof Dr Idrus Paturusi bukan hanya milik Makassar. Ia milik Indonesia. Apalagi jika kita berbicara soal pengabdian kemanusiaannya. Ia dikenal sebagai dokter yang hadir di semua bencana alam yang terjadi di seluruh Indonesia. Menangani korban tsunami dashyat di Aceh dengan sangat aktif membawa rombongannya hingga menangani bencana di Papua. Ia bahkan berada di Iran hingga memasuki kamp-kamp pengungsi dan korban perang di Afghanistan di antara konflik senjata yang belum selesai. Ia Rektor Unhas sepuluh tahun dan berada di zona nyaman pada masanya, tetapi ia pergi menghamparkan alas tidur seperlunya di tenda-tenda korban bencana setelah bekerja seharian di ruang operasi darurat.

Pekan lalu Dr Idrus Paturusi mengabarkan diri sudah positif terpapar virus Convid 19 dan akan menjalani perawatan di Rumah Sakit Unhas yang ikut dibangunnya. Dan berita itu langsung menjadi viral. Saya membaca tulisan yang baik dari Yusran Darmawan tentang Prof Idrus. Dia juga mengabarkan soal buku dari Sili Suli tentang Prof Idrus dengan judul “Dokter di Medan Lara.”

Alhamdulillah kita bisa lega, karena Prof Idrus mulai membaik. Setidaknya untuk beberapa pesan dan kegiatanyang dilakukanya dari ruang ia dirawat.

Ia Mengirimkan pesan kepada sejawat relawan Medis dan Paramedis, terhusus adik-adik — anak-anak para dokter, para perawat yang bertugas baik di rumah sakit maupun di Puskesmas untuk menjaga kesehatan dalam menjalankan tugas mulia ini.

Ia mengingatkan bahwa masyarakat sangat tergantung dan  menaruh harapan atas kerja professional para dokter dan paramedis. Ia mengajak mereka semua untuk bekerja dan melayani dgn ikhlas dan Insya Allah Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan petunjukNya.  Ia mengingatkan sumpah Hypocrates yang pernah diucapkan, “saya akan membaktikan hidup saya demi perikemanusiaan.” Prof Idrus menutup pesannya, “Lakukanlah kebaikan sekecil apapun dengan keikhlasan oleh karena mungkin itu yang akan memasukkan kita kedalam surga.”

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : rasid alfarizi


Comment

Loading...