Inggris Lockdown 6 Bulan, Liverpool Terancam Gagal Juara Premier League

Foto: Getty Images

FAJAR.CO.ID, LONDON—Wakil kepala petugas medis Inggris, Dr Jenny Harries menyatakan pada konferensi pers di Downing Street pada Minggu malam waktu setempat bahwa lockdown mungkin akan berlangsung lama di negara itu. Ia mengatakan, penguncian warga ini setidaknya akan berjalan enam bulan.

Jenny Harries mengatakan lockdown tiga minggu pertama dan periode pembatasan lainnya bisa terus bergerak. Menurutnya, tindakan lockdown ini akan ditinjau setiap dua hingga tiga minggu, untuk menilai situasi penyebaran virus corona.

“Ini bukan untuk mengatakan kita akan dikurung total selama enam bulan, tetapi sebagai bangsa kita harus benar-benar bertanggung jawab dan terus melakukan apa yang kita semua lakukan sampai kami secara bertahap kembali ke cara hidup yang normal,” kata Jenny dikutip dari Metro.

Saat ini semua upaya dilakukan Inggris untuk meredam COVID-19. Termasuk membentengi tim medis dengan peralatan yang memadai. Sebanyak 170.000.000 masker dan peralatan pelindung dikirim ke pekerja NHS di seluruh Inggris.

Hingga hari ini, sebanyak 19.522 orang di Inggris yang dites dinyatakan positif mengidap virus corona. Sementara 108.215 dinyatakan negatif. Jumlah korban tewas melonjak menjadi 1.228 setelah 209 lainnya meninggal hingga hari ini.

Dengan prediksi bahwa COVID-19 tidak bisa diatasi dalam waktu dekat, Premier League kini terancam tak bisa dilanjutkan. Dan itu akan menimbulkan kerugian besar. Klub Liga Premier dipastikan akan kehilangan jutaan poundsterling dari hak siar televisi seandainya musim ini tidak selesai. Selain itu, liga khawatir reputasi mereka akan rusak, misalnya, Liverpool tidak bisa mengklaim gelar musim ini.

Makanya, di tengah kekhawatiran itu, muncul berbagai usulan untuk menyelesaikan liga dimana Liverpool hanya membutuhkan dua kemenangan lagi untuk mengunci gelar juara. Termasuk menggelar Liga Premier pada Juli dengan lima pertandingan sehari.

Rencana, ini menurut Independent, akan melihat kamp-kamp terpencil di Midlands dan London menjadi tuan rumah pertandingan di balik pintu tertutup. Ini akan memungkinkan menggelar semua 92 pertandingan tersisa dan disiarkan di televisi. (amr)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Amir

Comment

Loading...