Komisi III DPR Minta Aparat Keamanan Lebih Tegas ke Warga yang Masih Berkeliaran

Anggota Komisi III DPR, Andi Rio Idris Padjalangi bersama Kapolri dan Wakapolri. (Instagram Rio Padjalangi)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR- Pemerintah akan memutuskan untuk menerapkan pembatasan sosial dalam skala besar dengan disertai dengan pemberian sanksi bagi yang melanggar. Keputusan ini diambil untuk menekan angka penyebaran COVID-19 yang makin meningkat dan masif.

Anggota Komisi III DPR RI, Andi Rio Idris Padjalangi mengatakan dengan keputusan Presiden Joko Widodo yang baru ini, aparat pengamanan bisa lebih tegas, termasuk memberikan sanksi hukum bagi mereka yang melawan.

“Saya kira perlu tindakan hukum kepada kelompok masyarakat yang masih bebal dan tetap berkerumun. Ini bukan untuk siapa-siapa, untuk masyarakat sendiri. Kalau memang tidak jelas dan tidak penting, sebaiknya diberi sanksi,” kata Andi Rio kepada Fajar.co.id, Senin (30/03/2020).

Politisi Golkar ini mengatakan penyebaran virus corona sudah sangat mengkhawatirkan. Setiap hari selalu ada penambahan pasien positif. Itu belum termasuk mereka yang tidak terdeteksi karena belum menunjukkan gejala sakit dan bisa menjadi penyebar wabah di tengah masyarakat.

“Wabah ini sudah menyebar cepat dan sangat mudah. Kebijakan pembatasan interaksi fisik (physical distancing) dan tinggal di rumah harus dikawal penuh oleh aparat keamana. Bukan hanya polisi tapi juga tentara dan satpol PP,” tegasnya.

Menurut Andi Rio, corona merupakan virus yang baru dan juga tergolong virus berbahaya. Untuk itu, dirinya mengimbau masyarakat mematuhi protokol kesehatan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah, salah satunya untuk bertahan di rumah.

“Yakni dengan menjaga pola hidup sehat, tidak melakukan kumpul-kumpul dengan banyak orang (jaga jarak), sebab sangat berisiko bersentuhan jika berkumpul atau berkerumun,” jelas anggota DPR RI dari dapil Sulsel II ini.

“Kemudian infeksi itu, bisa melalui pernafasan. Kalau terjangkit satu, bisa terjangkit semuanya di lingkungan itu, sehingga langkah kepolisian sangat tepat. Stay at home itu jauh lebih penting untuk mencegah virus ini,” pungkasnya. (Mirsan)


Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad

Comment

Loading...