Nasib Tahanan saat Darurat Corona, Deng Ical Komentar Begini

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Di tengah situasi darurat wabah corona yang melanda di hampir semua negara tak terkecuali di tanah air, muncul wacana pembantaran atau pembebasan para tahanan untuk mencegah penularannya di rumah tahanan atau lembaga pemasyarakatan (LP).

Situasi pandemi seperti sekarang tentu membuat para penghuni rutan atau LP khawatir akan kesehatan mereka. Presiden didorong mengambil langkah darurat sebelum semuanya terlambat.

Waketum PKB, Jazilul Fawaid meminta Presiden Jokowi menyiapkan protokol pencegahan penyebaran corona Covid-19 bagi para tahanan dan narapidana. Ia mengusulkan untuk mengurangi jumlah tahanan atau narapidana agar tidak kelebihan kapasitas.

Terlebih tidak adanya jaminan dari petugas lapas maupun rutan terkait tidak akan menyebarnya covid-19 di sana.

Lalu bagaimana dengan di Makassar? Mantan Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal Mi mengatakan jika di rutan atau lapas sudah tidak memungkinkan adanya social distancing, maka pemerintah harus mengambil langkah serius berupa perlakuan khusus bagi penghuninya.

“Pembantaran tahananan tergantung pada medical safety rumah tahanan tersebut. Kalau LP itu punya medical safety standar, tidak perlu pembantaran. Kalau ada jaminan, social distance, gizi, aktivitas di dalam rutan, saya rasa belum perlu,” terang pria yang akrab disapa Deng Ical kepada fajar.co.id, Minggu (29/03/2020).

Yang paling utama lanjut Deng Ical adalah memastikan tahanan ini tidak ada yang positif artinya di tes dulu semuanya.

“Kalau melihat kondisi sekarang, tidak ada tempat yang lebih menjamin (kesehatan) mereka dibanding dengan di LP. Karena hampir semua titik sekarang ada virus. Yang memungkinkan kalau mereka dijadikan relawan,” tegasnya.

Menurutnya pemerintah memang harus juga memikirkan kondisi lapas yang mayoritas over capacity. Karena jika ada satu orang saja di lingkaran itu yang terinfeksi corona, maka penularannya pun akan cepat.

“Kalau di rumah tahanan sudah tidak memungkinkan ada social diatance, berarti harus ada perlakuan khusus. Tapi sebenarnya kalau ada jaminan bahwa mereka semua tidak ada yang positif, tidak ada masalah. Yang jadi masalah, ada saja satu yang terinfeksi maka semua akan kena,” tandas Deng Ical. (endra/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar

Comment

Loading...