Sudah 2.000 Meninggal Trump Mulai Pikirkan Lockdown

Senin, 30 Maret 2020 14:04

Suasana kota New York.

FAJAR.CO.ID, NEW YOK — Presiden Amerika Serikat (AS) mengatakan ia mungkin akan melarang perjalanan masuk dan keluar dari wilayah New York. Tindakan itu dilakukan untuk membatasi penyebaran virus Corona dari pusat epicentrum wabah itu di AS, seiring jumlah meninggal secara nasional tembus 2.000.

Dengan jumlah kematian dua kali lipat dari tiga hari yang lalu, Trump mengatakan ia mungkin akan memberlakukan karantina di New York dan bagian dari New Jersey serta Connecticut untuk melindungi negara bagian lainnya.

“Mereka mengalami masalah di Florida. Banyak warga New York tumbang. Kami tidak menginginkan itu,” kata Trump kepada wartawan seperti dikutip dari Reuters, Minggu (29/3/2020).

Trump mengatakan setiap penguncian area New York hanya akan berlaku untuk orang yang meninggalkan wilayah tersebut.

“Itu tidak akan mencakup sopir truk yang melakukan pengiriman atau mengemudi melalui daerah itu,” jelasnya.

Trump juga enggan menggunakan kewenangannya dalam kondisi darurat untuk memerintahkan perusahaan-perusahaan AS untuk memproduksi pasokan medis yang sangat dibutuhkan, meskipun ada permintaan dari gubernur wilayah dan rumah sakit.

Sementara itu Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan tidak mengetahui tentang rencana lockdown yang akan dilakukan oleh Trump.

“Aku bahkan tidak tahu apa artinya itu. Saya tidak tahu bagaimana itu bisa ditegakkan secara hukum, dan dari sudut pandang medis saya tidak tahu apa yang akan Anda capai,” kata Cuomo kepada wartawan.

Bagikan berita ini:
4
3
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar