Tak Pusing Pemilihan Presiden, Xavi Janji Latih Barcelona

Xavi Hernadez/EPA

FAJAR.CO.ID, BARCELONA—Legenda Barcelona, Xavi Hernandez siap kembali ke Camp Nou. Walau sempat menolak awal tahun lalu, ia berjanji akan menjadi pelatih Raksasa Catalan suatu hari nanti.

Mantan kapten Blaugrana itu pada Januari harusnya sudah menangani Lionel Messi dkk. Menyusul pemecatan Ernesto Valverde, petinggi Barca menghubunginya. Saat itu, Barca mengirim Direktur Olahraga Eric Abidal dan CEO, Oscar Grau untuk melobinya. 

Namun, Xavi menolak permintaan tersebut. Karena legenda Barca lainnya, Ronald Koeman juga menolak dan mereka tidak punya waktu lagi untuk mencari pelatih baru, Barca pun “terpaksa” memilih pelatih 61 tahun, Quique Setien, Januari lalu.

Meski begitu, Xavi dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada Minggu pagi di Spanyol
mengkonfirmasi bahwa ia masih ingin kembali ke Barcelona sebagai pelatih kepala suatu hari nanti. “Saya yakin bahwa saya ingin kembali ke Barca, saya sangat senang,” kata Xavi kepada El Magazine dikutip dari Forbes.

Xavi menjelaskan, ia harus menolak pinangan Barca karena beberapa pertimbangan. Salah satunya, ia ingin memimpin klub mulai dari awal musim. Sementara ketika Barca datang, musim 2019/2020 sudah hampir memasuki paruh kedua.

“Saya menjelaskan kepada mereka (direktur olahraga Eric Abidal dan CEO Oscar Grau) bahwa saya sedang mencari proyek yang dimulai dari awal, dan di mana pengambilan keputusan menjadi milik saya,” jelasnya terkait alasan tidak menerima tawaran itu.

Pelatih klub Qatar, Al Sadd FC itu menegaskan, kembalinya ia ke Barcelona tidak akan bergantung pada siapa yang menjadi presiden. Itu untuk meluruskan asumi bahwa alasan lain ia menolak jabatan itu karena menunggu pemilihan presiden dimana ia dikabarkan sangat dekat dengan salah satu kandidat, Victor Font.

“Saya tidak membenci siapa pun. Terlebih lagi, saya tidak memiliki hubungan yang buruk dengan (presiden saat ini Josep) Bartomeu. Saya berteman baik dengan (mantan presiden Joan) Laporta dan Victor Font dan saya adalah teman. Saya (berhubungan) dengan semua orang yang mencintai Barca dengan baik,” tegasnya.

Intinya menurut legenda Spanyol berusia 40 tahun tersebut, ketika datang ke Camp Nou, ia mau bekerja sama dengan orang-orang yang setia pada klub dan memiliki kompetensi. Bagi Xavi, tidak mungkin tim bisa meraih hasil bagus jika ada “racun” di sekitar ruang ganti.

“Saya ingin bekerja sama dengan orang-orang yang saya percayai. Kita berbicara tentang Carles Puyol, yang adalah kapten Barca, dan Jordi Cruyff, seorang pengusaha yang sangat baik dengan banyak pengalaman sebagai sekretaris teknis,” ujar Xavi.

“Saya seorang pemain tim; Saya tidak ingin memutuskan sendiri. Di sini (di Qatar, di Al-Sadd], kami membuat keputusan dengan staf. Itu adalah struktur horizontal sesuai konsensus. Meskipun saya memiliki semua keputusan akhir,” lanjutnya. (amr)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Amir

Comment

Loading...