Darurat Sipil Hadapi Pandemi Corona, Habib Aboe: Tidak Ada Satu pun Negara di Dunia Memberlakukan

  • Bagikan

Lebih lanjut Aboe mempertanyakan kesiapan Kapolri Idham dan jajaran bila pemerintah nanti mengambil langkah melakukan pembatasan skala besar.

Misalnya, kata dia, apakah Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri sudah memetakan potensi kerawanan saat ini, dan bagaimana pula gambarannya ke depan.

“Ini masukan penting buat Baintelkam, adakah potensi konflik kerusuhan akibat kebijakan tersbeut? Sudah ada kajian dan pulbaket (pengumpulan bahan keterangan) belum dari intelijen Polri?” katanya.

Aboe pun mengingatkan jajaran Polri sebagai salah satu garda terdepan dalam menegakkan kamtibmas dan hukum di tengah pandemi corona untuk selalu menggunakan alat pelindung diri (APD) dan lainnya.

“Artinya apa, saya berharap semoga pengorbanan sahabat Polri menjaga keamanan tetap dengan dengan SOP terbaik karena punya risiko tinggi dalam tugasnya,” ujarnya.

Aboe menegaskan bahwa mengatasi persoalan ini tidaklah cukup dengan kemanusiaan, tetapi juga harus berdoa kepada Allah SWT. Dia meminta Idham mengingatkan jajarannya untuk selalu berdoa.

“Doa hal penting untuk dijaga. Kenapa? Karena ini pekerjaan mematikan. Saya harap pasukan di lapangan bisa menjaga dengan baik. Ingat, antara kerja dan kematian bedanya tipis, pak. Semoga Allah memudahkan urusan kita,” kata Aboe.

Dia mengapresiasi kebijakan Kapolri Idham dan langkah yang telah ditempuh Polri dan jajarannya. Misalnya, menerbitkan Surat Telegram Kapolri: ST/967/III/YAN.1.1./2020 tertanggal 23 Maret 2020, yang memberikan kelonggaran untuk perpanjangan SIM. Dia menegaskan bahwa kebijakan ini semua untuk meringankan beban masyarakat, dan dapat mengurangi potensi penyebaran corona.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan