Diam-diam Pemkot Lantik Lurah, DPRD Makassar Merasa Tak Dihargai

Selasa, 31 Maret 2020 11:06

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Anggota DPRD Kota Makassar, Kasrudi menilai keputusan Pemerintah Kota Makassar melantik sejumlah pejabat publik termasuk lurah di tengah situasi darurat virus corona adalah sesuatu yang terkesan dipaksakan dan tidak etis.

Seharusnya jika tidak terlalu mendesak, acara seremonial itu ditunda sementara waktu sampai bencana ini reda. Namun seandainya sangat urgensi, sebaiknya ditiadakan gelaran seremonialnya.

“Kasih saja SK-nya, tidak usah ada acara seremonial. Karena pasti ada acara kumpul-kumpul. Sementara rakyat disuruh diam di rumah, pejabat malah kumpul,” tutur Kasrudi saat dihubungi fajar.co.id, Selasa (31/03/2020).

Anggota Komisi A yang membidangi Hukum, Pemerintahan dan Aset DPRD Kota Makassar ini merasa pelantikan yang kabarnya dilakukan Sekretasris Kota(Sekkot) Makassar terkesan rahasia karena tanpa adanya pemberitahuan terlebih dulu.

Kasrudi berpendapat, semestinya Pemkot lebih terbuka soal informasi apapun kepada publik termasuk pelantikan pejabat ini. Apalagi keterbukaan informasi adalah amanat undang-undang yang tertuang dalam Undang-undang (UU) Nomor 14 tahun 2008.

“Semestinya rakyat diberitahu, apalagi kan yang dilantik ini lurah yang mana mereka ini bersentuhan langsung dengan rakyat. Jangan diam-diam saja, tidak etis,” ketusnya.

“Atau setidaknya kabari kami sebagai wakilnya rakyat. Sampaikan alasan pelantikannya kenapa di tengah wabah seperti ini, biar clear. Kalau begini kan, kami merasa tidak dihargai,” sambung politisi Gerindra ini lugas.

Bagikan berita ini:
6
8
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar